Jangan Sepelekan Minum Air Putih, Ada Kaitannya dengan Risiko Hipertensi
JAKARTA, iNews.id - Kebiasaan minum air putih tidak hanya membantu menghilangkan dahaga, tetapi juga berperan penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh. Kekurangan cairan atau dehidrasi dapat memengaruhi mekanisme tubuh yang mengatur tekanan darah sehingga kebutuhan air putih perlu diperhatikan setiap hari.
Dikutip dari Verywell Health, minum sekitar enam hingga delapan cangkir air putih sehari dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh dan mendukung kesehatan tekanan darah. Namun, kebutuhan cairan setiap orang berbeda-beda, bergantung pada usia, berat badan, aktivitas fisik, kondisi lingkungan, hingga kesehatan tubuh.
Sejumlah penelitian juga menemukan hubungan antara kebiasaan minum air putih dan risiko hipertensi. Orang yang mengonsumsi enam hingga delapan cangkir air putih setiap hari dilaporkan memiliki risiko hipertensi lebih rendah dibandingkan mereka yang minum lebih sedikit.
Meski demikian, temuan tersebut tidak berarti bahwa semakin banyak air putih yang diminum, semakin rendah pula tekanan darah seseorang. Kecukupan cairan merupakan salah satu aspek dalam menjaga kesehatan, sedangkan tekanan darah dipengaruhi berbagai faktor lain, termasuk pola makan, aktivitas fisik, dan kondisi medis.
Bagaimana Kekurangan Air Putih Memengaruhi Tekanan Darah?
Tubuh membutuhkan cairan untuk menjalankan berbagai fungsi penting, termasuk menjaga keseimbangan cairan dan mendukung sirkulasi darah. Air yang masuk ke dalam tubuh juga membantu menggantikan cairan yang hilang melalui keringat, pernapasan, dan buang air kecil.
Ketika tubuh kekurangan cairan, sejumlah mekanisme fisiologis dapat memengaruhi tekanan darah. Salah satunya berkaitan dengan hormon angiotensin II, yang berperan dalam mengatur tekanan darah dan keseimbangan cairan.
Saat tubuh mengalami dehidrasi, aktivitas sistem hormonal yang mengatur tekanan darah dapat meningkat. Angiotensin II dapat menyebabkan pembuluh darah menyempit sehingga berpotensi meningkatkan tekanan darah.
Selain itu, kekurangan cairan dapat memicu aktivitas sistem saraf simpatik yang berperan dalam respons tubuh terhadap stres atau situasi darurat, dikenal sebagai mekanisme fight-or-flight. Aktivasi sistem ini dapat memengaruhi denyut jantung dan tekanan darah.
Perubahan keseimbangan cairan dan elektrolit, termasuk natrium, juga dapat memengaruhi fungsi tubuh. Namun, respons tekanan darah terhadap dehidrasi tidak selalu sama pada setiap orang dan bergantung pada tingkat kekurangan cairan serta kondisi kesehatannya.
Berapa Banyak Air Putih yang Dibutuhkan Setiap Hari?
Secara umum, perempuan dewasa membutuhkan sekitar sembilan cangkir cairan per hari, sedangkan laki-laki sekitar 13 cangkir. Kebutuhan tersebut mencakup cairan dari berbagai sumber, termasuk air putih, minuman lain, serta makanan yang mengandung banyak air, seperti buah-buahan dan sayuran.
Sementara itu, anjuran minum delapan gelas sehari dapat dijadikan panduan praktis untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan. Namun, jumlah tersebut bukan aturan mutlak yang berlaku untuk semua orang.
Orang yang rutin berolahraga, banyak beraktivitas, atau berada di lingkungan bersuhu panas mungkin membutuhkan lebih banyak cairan karena kehilangan air melalui keringat.
Untuk memenuhi kebutuhan cairan, masyarakat dapat membiasakan diri minum air putih secara teratur sepanjang hari. Menyediakan botol minum di meja kerja atau membawanya saat bepergian juga dapat membantu mengurangi kebiasaan lupa minum.
Selain itu, sebaiknya jangan menunggu hingga merasa sangat haus untuk mulai minum, terutama ketika beraktivitas di luar ruangan atau berolahraga.
Jangan Berlebihan Minum Air Putih
Meski penting untuk menjaga kesehatan, mengonsumsi air putih secara berlebihan bukan berarti memberikan manfaat yang lebih besar. Minum terlalu banyak air dalam waktu singkat dapat mengganggu keseimbangan elektrolit tubuh.
Orang dengan kondisi medis tertentu juga mungkin perlu mengatur asupan cairan. Penderita penyakit ginjal kronis stadium lanjut, misalnya, dapat membutuhkan pembatasan cairan sesuai kondisi fungsi ginjalnya.
Begitu pula penderita gagal jantung yang dalam kondisi tertentu perlu membatasi asupan cairan untuk mencegah penumpukan cairan di dalam tubuh.
Sebab itu, orang yang memiliki penyakit kronis atau sedang menjalani pengobatan sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum mengubah pola konsumsi cairan secara signifikan.
Sang Adik Rena Oktapia Menikah, Billy Syahputra Teringat Mendiang Olga: Pasti Dia Terharu Banget
Pada akhirnya, memenuhi kebutuhan air putih merupakan salah satu langkah untuk mendukung kesehatan tubuh. Namun, menjaga tekanan darah tetap normal juga membutuhkan pola makan seimbang, pembatasan konsumsi garam, aktivitas fisik teratur, serta pemeriksaan tekanan darah secara berkala.









