Kenapa Bersih-Bersih Rumah Bikin Pikiran Lebih Tenang? Begini Penjelasan Ilmiahnya
JAKARTA, iNews.id - Bersih-bersih rumah ternyata bukan sekadar aktivitas untuk menjaga kebersihan dan kerapian. Kegiatan seperti menyapu lantai, mengelap meja, hingga merapikan barang juga berpotensi membantu seseorang mengurangi efek stres, baik secara psikologis maupun fisik.
Dokter sekaligus edukator kesehatan, dr. Adam Prabata, membagikan informasi tersebut melalui utas di akun Threads miliknya. Dia mengutip penelitian yang menemukan aktivitas membersihkan ruangan dapat membantu tubuh menghadapi situasi penuh tekanan.
“Gue baru tau ternyata bersih-bersih itu bisa membantu menurunkan stress,” tulis dr Adam Prabata, dikutip Selasa (20/10/2026).
Penelitian berjudul Actual Cleaning and Simulated Cleaning Attenuate Psychological and Physiological Effects of Stressful Events yang diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science melibatkan total 3.066 partisipan dari Inggris, Amerika Serikat, dan Kanada. Hasilnya menunjukkan aktivitas membersihkan dan simulasi visual kegiatan tersebut dapat membantu mengurangi dampak stres dalam kondisi tertentu.
Bagaimana Bersih-Bersih Membantu Meredakan Stres?
Salah satu penjelasannya berkaitan dengan cara seseorang merespons tekanan. Ketika menghadapi masalah pekerjaan, konflik, atau situasi yang memicu kecemasan, perhatian seseorang dapat terus tertuju pada sumber masalah tersebut.
Aktivitas bersih-bersih memberi kesempatan untuk mengalihkan perhatian ke kegiatan yang konkret. Misalnya, seseorang dapat memusatkan perhatian pada gerakan mengelap meja, menyusun buku, atau menyapu lantai, alih-alih terus memikirkan persoalan yang sedang dihadapi.
Gerakan yang dilakukan secara terarah juga memberikan tugas sederhana dengan hasil yang bisa langsung terlihat. Perubahan kecil, seperti meja yang kembali rapi, dapat memberikan pengalaman menyelesaikan sesuatu di tengah situasi yang terasa sulit dikendalikan.
Meski demikian, mekanisme pengalihan perhatian tersebut tidak berarti semua orang pasti merasa lebih tenang setelah membersihkan rumah. Respons setiap orang dapat berbeda, bergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi.
Bukan Hanya Pikiran, Respons Fisik Tubuh Juga Diteliti
Penelitian tersebut tidak hanya mengukur pengalaman psikologis, tetapi juga mempelajari respons fisiologis tubuh ketika menghadapi tekanan. Dalam salah satu eksperimen, peneliti menemukan aktivitas membersihkan dapat meningkatkan respons kardiovaskular adaptif ketika partisipan menghadapi situasi yang menimbulkan stres akibat penilaian sosial. Sementara itu, eksperimen lain menemukan simulasi visual kegiatan membersihkan dapat membantu mengurangi kecemasan yang tersisa setelah melihat situasi fisik yang memicu stres.
Temuan ini menunjukkan aktivitas bersih-bersih berpotensi menjadi salah satu cara untuk membantu seseorang menghadapi tekanan. Namun, hasil penelitian tersebut tidak berarti kegiatan membersihkan rumah secara langsung menyembuhkan gangguan kecemasan atau menjamin tekanan darah dan kondisi jantung selalu membaik.
dr Adam juga menjelaskan manfaat aktivitas ini tidak terbatas pada kegiatan membersihkan secara langsung.
“Kegiatan bersih-bersih ini bisa menjadi strategi pengalihan pikiran untuk mengatasi stress fisik dan psikologis. Bahkan mensimulasikan bersih-bersih juga bermanfaat loh!” ucapnya.
Keutamaan Hijrah di Jalan Allah, Tinggalkan Lingkungan Penuh Maksiat dan Raih Pahala Besar
Cara Sederhana Mencoba Bersih-Bersih saat Stres
Bagi seseorang yang merasa kewalahan akibat pekerjaan atau rutinitas harian, aktivitas sederhana dapat menjadi pilihan untuk mengambil jeda. Tidak perlu langsung membersihkan seluruh rumah. Mulailah dengan merapikan meja kerja, menyapu kamar, atau mengelap permukaan yang kerap digunakan.
Pilih kegiatan ringan yang nyaman dilakukan dan hindari menjadikannya sebagai beban tambahan. Tujuannya bukan mengejar rumah yang sempurna, melainkan memberikan ruang bagi diri sendiri untuk beralih sejenak dari tekanan yang sedang dihadapi.
Jika stres berlangsung berkepanjangan, mengganggu tidur, atau menghambat aktivitas sehari-hari, mencari bantuan tenaga profesional tetap penting. Bersih-bersih dapat menjadi strategi pendukung untuk mengelola stres, bukan pengganti penanganan kesehatan mental yang dibutuhkan.









