Mahasiswa Bakal Lepas Almamater saat Demo di Tugu Tani: Membaur dengan Masyarakat

Mahasiswa Bakal Lepas Almamater saat Demo di Tugu Tani: Membaur dengan Masyarakat

Terkini | inews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:53
share

JAKARTA, iNews.id - Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Sadar) bakal berdemonstrasi di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, Selasa (20/10/2026) sore. Aksi yang dijadwalkan berlangsung pukul 15.00 WIB itu diperkirakan diikuti 500 hingga 700 peserta.

Koordinator BEM Universitas Indonesia (UI), Hafidz Hernanda mengatakan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi tersebut tidak akan mengenakan jas almamater saat berunjuk rasa. Langkah itu dilakukan agar mahasiswa dapat lebih dekat dengan masyarakat sipil sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih inklusif.

"Untuk massanya sendiri itu akan langsung ke Tugu Tani. Seperti massa aksi biasanya, tapi kali ini kawan-kawan dari BEM UI akan mengadakan aksi tidak menggunakan almamater sama sekali bersama dengan teman-teman mahasiswa agar kita bisa lebih inklusif dan bisa lebih membaur dengan masyarakat sipil," ujar Hafidz usai melakukan mimbar bebas di Tugu Proklamasi.

Hafidz menyebut jumlah peserta aksi diperkirakan mencapai 500 hingga 700 orang. Dia juga telah menyiapkan mekanisme untuk mengantisipasi potensi provokasi maupun penyusupan selama demonstrasi berlangsung.

"Kami sendiri sudah mempunyai mekanisme terkait provokator ataupun ada beberapa penyusup-penyusup. Jadi ya kami berharap bahwa provokator tersebut tidak akan terjadi," tegasnya.

Aliansi mahasiswa Komite Sadar terdiri atas mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di antaranya UI, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Semarang, Universitas Gadjah Mada (UGM), UPN Veteran Yogyakarta, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, hingga Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Hafidz mengatakan mahasiswa dari Kalimantan turut diundang untuk menyampaikan persoalan yang dirasakan masyarakat di wilayah tersebut, termasuk dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Hari ini ada dari ULM dari Kalimantan. Kami mengundang mereka karena merekalah sebenarnya perwakilan dari Kalimantan gitu yang merasakan sesaknya nafas dan sebagainya. Terus ada kawan-kawan dari UB (Universitas Brawijaya), kawan-kawan dari Universitas Gadjah Mada, kawan-kawan dari PNJ, kawan-kawan dari Undip, kawan-kawan dari UPN Jogja, kawan-kawan dari ITB, kawan-kawan dari Unair, dan sebagainya," jelasnya.

Dalam aksi tersebut, aliansi mahasiswa Komite Sadar membawa lima tuntutan yang mencakup persoalan lingkungan, ekonomi, kebebasan sipil, pemberantasan korupsi, hingga pendidikan.

Berikut lima tuntutan yang akan disuarakan dalam demonstrasi di Tugu Tani:

1. Menetapkan karhutla sebagai bencana nasional, mengadili korporasi, dan memulihkan ekosistem.
2. Membenahi tata kelola kebijakan ekonomi untuk memberantas ketimpangan sosial.
3. Menghentikan penyempitan ruang sipil dan militerisasi.
4. Memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
5. Menurunkan biaya pendidikan serta mewujudkan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat.

Topik Menarik