Prancis Rusuh! PM Lecornu Berlakukan Jam Malam di Banyak Kota

Prancis Rusuh! PM Lecornu Berlakukan Jam Malam di Banyak Kota

Terkini | inews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:29
share

PARIS, iNews.id - Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu memerintahkan beberapa kota untuk memberlakukan jam malam sebagian, menyusul demonstrasi disertai perusakan dan penjarahan besar-besaran.

“Ini adalah tindakan pelanggaran khusus, penjarahan, dan tidak boleh berlanjut,” kata Lecornu, usai rapat kabinet, Senin (19/10/2026).

Dia bertekad penuh untuk memulihkan ketertiban umum. Bahkan pemerintah siap memberlakukan keadaan darurat nasional jika dianggap perlu. 

Meski demikian Lecornu menilai, saat ini pemberlakukan jam malam sebagian merupakan langkah paling tepat.

Namun dia tidak menyebut kota mana saja yang akan memberlakukan jam malam termasuk waktnya. Dia mengecualikan jam malam penuh di seluruh Kota Paris.

“Jam malam ini harus bersifat lokal dan parsial. Tidak mungkin memberlakukan jam malam di seluruh Paris,” ujarnya.

Instruksi tersebut muncul setelah Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengajukan pengunduran diri pada Minggu menyusul kerusuhan di penjuru negara itu sepanjang akhir pekan. 

“Saya mengajukan pengunduran diri karena saya bertanggung jawab atas semua yang terjadi,” kata Nunez, kepada radio France Inter.

Meski demikian, Presiden Emmanuel Macron menolak pengunduran diri Nunez saat ini. Dia meminta Nunez untuk tetap menjabat guna merespons kebutuhan kepolisian dalam situasi darurat.

Macron justru menginstruksikan Nunez untuk melakukan semua langkah yang diperlukan untuk memastikan transparansi penuh tentang kegagalan dalam perencanaan dan pencegahan intelijen hingga menyebabkan aksi kekerasan.

Para wali kota di Prancis menuntut jawaban dari pemerintah atas kurangnya persiapan oleh pasukan keamanan saat negara itu menghadapi kerusuhan terbesar sejak beberapa tahun terakhir.

Demonstrasi rusuh di Prancis akhir pekan lalu berlangsung setelah unjuk rasa para pelajar yang menuntut perbaikan kondisi pendidikan di Prancis selama beberapa pekan.

Dalam perjalanannya, demonstrasi meluas, tak hanya melibatkan pelajar tapi juga elemen buruh dan lainnya, terkait isu tingginya biaya hidup.

Topik Menarik