Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi, Kepala Bappisus: Sangat Membanggakan, Tingkatkan Lagi!

Trade Expo Indonesia ke-41 Lampaui Target Transaksi, Kepala Bappisus: Sangat Membanggakan, Tingkatkan Lagi!

Terkini | inews | Selasa, 20 Oktober 2026 - 09:39
share

TANGERANG, iNews.id - Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Kabupaten Tangerang, Banten, pada 14-18 Oktober 2026 mencatat potensi transaksi sebesar 22,94 miliar dolar AS, atau 31,1 persen di atas target 17,5 miliar dolar AS.

Capaian TEI ke-41 disebut hasil sinergi pemerintah, perwakilan perdagangan RI di luar negeri, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan. Mereka bekerja sama untuk mempertemukan eksportir Indonesia dengan buyer internasional.

Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto mengatakan, meski capaian transaksi sudah melebihi target, kualitas serta kuantitas produk lokal akan terus ditingkatkan. Indonesia dinilai memiliki potensi besar sebagai mitra strategis ekspor bagi berbagai negara dengan keunggulan produk UMKM dan sektor digital.

"Trade Expo Indonesia tahun 2026 ini sangat membanggakan ya, karena melebihi target yang kemarin estimasi untuk transaksi 17,5 miliar US Dollar, sekarang 22,94 miliar US Dollar. Namun demikian, ini merupakan angka yang bisa kita tingkatkan lagi karena setelah kita evaluasi dari segi quality dan quantity produk-produk Indonesia ini masih bisa ditingkatkan," kata Aries pada Minggu (18/10/2026).

Sebagai negara yang luas, Indonesia memiliki berbagai macam kebutuhan. Oleh sebab itu, Indonesia menjadi pasar yang luar biasa untuk impor.

Namun, kata Aries, Indonesia juga negara yang memproduksi segala macam produk termasuk produk UMKM sehingga ekspor Indonesia juga sangat potensial.

"Jadi sampai saat ini ekspor Indonesia juga meningkat terus, ya sehingga negara-negara yang akan bekerja sama dengan Indonesia. Ya ke depan ini potensial ya untuk sama-sama bisa mengembangkan dalam industri perdagangannya," ujar Aries.

Diketahui, negara dengan nilai potensi transaksi terbesar pada TEI 2026 adalah India, Belanda, Bangladesh, Uni Emirat Arab, dan Jepang. Kategori produk dengan potensi transaksi terbesar meliputi makanan dan minuman, perhiasan, produk kayu, produk pertanian, serta kertas.

Dari sisi partisipasi, TEI ke-41 diikuti 1.873 ekshibitor, melampaui target 1.500 perusahaan sebesar 24,9 persen. Pameran ini juga mencatat 9.600 buyer terdaftar dari 151 negara. Berdasarkan jumlah buyer, lima mitra dagang dengan partisipasi terbesar adalah India, Malaysia, Tiongkok, Arab Saudi, dan Taiwan. Jumlah pengunjung pameran tercatat lebih dari 45.287 orang, meningkat 31,08 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu.

Untuk menjaga momentum setelah TEI ke-41, Kementerian Perdagangan (Kemendag) menerapkan strategi terintegrasi melalui tiga tahapan. Pertama, penjajakan kerja sama bisnis (business matching) sebelum pameran dengan dukungan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. Kedua, business matching selama pameran. Ketiga, pengawalan kesepakatan dagang setelah pameran agar peluang transaksi dapat ditindaklanjuti.

"Kami tidak berhenti pada penyelenggaraan pameran. Kementerian Perdagangan bersama perwakilan perdagangan di luar negeri akan terus memantau dan mengawal kesepakatan yang terjalin selama TEI. Harapannya, kesepakatan tersebut dapat berkembang menjadi kontrak dagang dan memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja ekspor nasional," ujar Menteri Perdagangan Budi Santoso.

Topik Menarik