Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Pastikan APBN Tetap Ekspansif hingga Akhir 2026

Menkeu Suahasil Lapor Prabowo, Pastikan APBN Tetap Ekspansif hingga Akhir 2026

Terkini | inews | Senin, 19 Oktober 2026 - 20:20
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara melaporkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 dan kondisi perekonomian nasional kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (19/10/2026). Di tengah gejolak pasar global, APBN dipastikan tetap berperan sebagai peredam guncangan ekonomi sekaligus pendorong pertumbuhan domestik hingga akhir tahun.

Suahasil menyebut, pemerintah terus mencermati perkembangan ekonomi global, termasuk tekanan inflasi di Amerika Serikat dan dinamika ekonomi di Eropa. Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam mengevaluasi pelaksanaan APBN untuk sisa tahun anggaran 2026.

"Jadi, satu aspek dari kondisi ekonomi makro yang kita sampaikan adalah bagaimana APBN terus bekerja melihat kondisi di dunia global, impact-nya kepada perekonomian domestik, dan bagaimana penanganan pelaksanaan APBN untuk sisa tahun 2026 ini," ucap Suahasil usai bertemu Prabowo, Senin (19/10/2026).

Dia menambahkan, indikator makroekonomi dan tingkat konsumsi masyarakat Indonesia masih menunjukkan daya tahan yang baik. Karena itu, pemerintah berupaya menjaga momentum ekonomi melalui pelaksanaan anggaran yang terukur.

Selain itu, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) juga terus menelaah belanja pemerintah dan melakukan efisiensi secara berkala agar penyerapan anggaran hingga akhir 2026 tetap tepat sasaran.

Suahasil menegaskan, efisiensi anggaran bukan berarti menghentikan belanja pemerintah. Pada kuartal IV 2026, belanja APBN diperkirakan mencapai lebih dari Rp1.300 triliun, lebih tinggi dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp1.200 triliun.

"Namun, kalau kita mengatakan efisiensi anggaran, itu bukan berarti bahwa menyetop anggaran karena untuk Q4 ini APBN akan belanja Rp1.300 triliun lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun 2025, yaitu Rp1.200 triliun," tuturnya.

Suahasil menuturkan, belanja negara diarahkan untuk mendukung layanan publik, menjaga konsumsi masyarakat, serta menyalurkan bantuan sosial dan bantuan pangan bagi kelompok rentan. Pemerintah berharap belanja negara dapat mendorong aktivitas ekonomi pada kuartal terakhir tahun ini.

"Jadi belanja APBN akan terus lebih tinggi dibandingkan Q4 tahun lalu dan ini akan mendorong kegiatan ekonomi di masyarakat, termasuk layanan publik pemerintah dan juga perlindungan sosial, bantuan pangan sudah mulai bergulir untuk Q4 dan ini akan mendorong kegiatan konsumsi dan pendorong apa namanya kegiatan government expenditure di di perekonomian kita," ucap Suahasil.

Selain menjaga efektivitas belanja negara, Kemenkeu menegaskan komitmennya memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sinergi tersebut ditujukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Topik Menarik