MU Ditahan Leeds, Fans Murka dengan Taktik Carrick dan Soroti 3 Pemain
MANCHESTER, iNews.id - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di Liga Inggris setelah ditahan Leeds United 1-1, Minggu (18/10/2026) malam WIB. Situasi ini membuat taktik Michael Carrick menjadi sasaran kritik para pendukung Setan Merah.
Hasil mengecewakan itu memperpanjang catatan buruk tim yang hanya sekali menang dalam tujuh pertandingan Liga Inggris musim ini.
Penampilan MU saat menghadapi Leeds di Elland Road dinilai jauh dari meyakinkan. Tuan rumah disebut tampil lebih dominan dalam sebagian besar pertandingan, sementara tim asuhan Carrick kesulitan menunjukkan ancaman yang konsisten.
Hasil tersebut memicu kekecewaan pendukung Manchester United di media sosial. Kritik mereka terutama tertuju pada keputusan Carrick dalam mengatur posisi pemain dan melakukan pergantian saat pertandingan berlangsung.
Tiga nama yang ikut menjadi bahan perdebatan adalah Leny Yoro, Noussair Mazraoui, dan Diogo Dalot. Namun, sorotan utama para penggemar bukan semata-mata kemampuan individu ketiganya, melainkan keputusan taktis Carrick yang dianggap membingungkan.
Posisi Pemain MU Dipertanyakan
Carrick menghadapi tekanan setelah Manchester United disebut hanya meraih dua kemenangan dalam 10 pertandingan di semua kompetisi pada awal musim. Situasi tersebut memunculkan keraguan mengenai peluang klub bersaing dalam perebutan gelar Liga Inggris dan mengamankan tiket Liga Champions musim berikutnya.
Di kubu lawan, pelatih Leeds United Daniel Farke dinilai mampu membaca permainan dengan lebih baik. Hasil pertandingan itu juga mempertahankan catatan Farke yang belum terkalahkan saat menghadapi Carrick sebagai pelatih, sesuai materi sumber.
Masalah Manchester United bertambah ketika Lisandro Martinez mengalami cedera dan harus ditarik keluar pada babak pertama. Carrick kemudian memasukkan Mazraoui untuk menggantikannya, tetapi keputusan penempatan pemain setelah pergantian tersebut justru menuai tanda tanya.
Mazraoui dimainkan sebagai bek tengah, sedangkan Yoro tetap berada di posisi bek kanan. Padahal, Yoro dikenal sebagai pemain yang terbiasa beroperasi di jantung pertahanan. Mazraoui juga bisa bermain sebagai bek kiri, sementara Dalot dinilai lebih nyaman mengisi sisi kanan pertahanan.
Nextgen Student League 2026: Jalan Panjang Talenta Basket dari Sekolah hingga NSL All Star!
Susunan itu membuat sebagian pendukung mempertanyakan alasan Carrick tidak mengembalikan Yoro ke posisi bek tengah, menempatkan Dalot di kanan, dan menggunakan Mazraoui di kiri. Kritik semakin tajam karena MU membutuhkan perubahan untuk meningkatkan daya serang.
Keputusan Carrick menurunkan empat gelandang tengah sejak awal pertandingan juga menjadi perdebatan. Para penggemar menilai komposisi tersebut mengurangi ancaman dari sisi sayap dan membuat serangan Manchester United kurang bervariasi.
Kekecewaan itu bahkan mendorong sejumlah pendukung meminta manajemen klub mengevaluasi posisi Carrick. Meski demikian, kritik di media sosial tersebut tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya keputusan resmi dari klub untuk mengganti pelatih.
Salah satu penggemar menulis, "Carrick sangat tidak paham, mengapa Yoro tidak kembali menjadi bek tengah, Dalot bek kanan dan Mazraoui bek kiri," tulis seorang fans dikutip dari Sport Bible.
Komentar lain mempertanyakan susunan pemain dan pergantian yang dilakukan Carrick. Penggemar tersebut menulis, "Apa sebenarnya yang dilakukan Carrick? Yoro di bek kanan, Mazraoui di bek tengah, Dalot di bek kiri. Kami butuh gol, tetapi dia memasukkan Mount ketika Rashford dan Cunha duduk di bangku cadangan. Dia tidak mampu menangani situasi ini."
Pendukung lainnya juga menyoroti penempatan tiga pemain tersebut. "Bisakah seseorang menjelaskan kejeniusan di balik keputusan memainkan Yoro sebagai bek kanan, Dalot sebagai bek kiri, dan Mazraoui sebagai bek tengah?" tulis seorang penggemar Manchester United.
Tekanan terhadap Carrick terasa semakin besar karena dia sebelumnya menjalani musim yang mengesankan. Saat berstatus pelatih sementara pada musim lalu, dia disebut berhasil membawa Manchester United finis di posisi ketiga dan mengamankan tiket Liga Champions. Namun, performa awal musim ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai kemampuannya menangani tim secara permanen.
Antonio Conte hingga Eddie Howe Masuk Perbincangan
Di tengah kritik terhadap Carrick, sejumlah nama mulai disebut penggemar sebagai calon pengganti. Antonio Conte menjadi salah satu sosok yang diusulkan melalui platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, setelah Manchester United kembali mendapatkan hasil mengecewakan.
Conte berpeluang kembali menangani klub Liga Inggris jika mendapatkan tawaran. Pelatih asal Italia tersebut sebelumnya pernah melatih Chelsea dan Tottenham Hotspur, sehingga sudah memiliki pengalaman di kompetisi sepak bola Inggris.
Nama Eddie Howe juga mencuat dalam perbincangan. Mantan pelatih Newcastle United itu mendapat perhatian berkat kiprahnya membawa klub tersebut kembali bersaing di level atas dan meraih tiket Liga Champions.
Selain Conte dan Howe, Kieran McKenna turut disebut sebagai kandidat potensial oleh sebagian penggemar. Mantan staf pelatih Manchester United itu mendapat perhatian berkat pekerjaannya bersama Ipswich Town.
Meski demikian, nama-nama tersebut masih sebatas opsi yang dibicarakan penggemar dalam materi sumber. Belum ada informasi resmi mengenai keputusan Manchester United untuk memecat Carrick atau menunjuk pelatih baru.
Hasil melawan Leeds pun menambah tekanan terhadap Carrick. Jika performa Manchester United tidak segera membaik, perdebatan mengenai taktik, pemilihan pemain, dan masa depan sang pelatih berpotensi terus menjadi perhatian pendukung Setan Merah.










