MU Ukir Rekor Buruk 94 Tahun, Leeds United Bikin Michael Carrick Ketar-ketir
MANCHESTER, iNews.id - Manchester United (MU) kembali dihantui rekor buruk berusia 94 tahun setelah bermain imbang 1-1 melawan Leeds United di Liga Inggris, Minggu (18/10/2026) malam WIB. Gol penyama kedudukan Dominic Calvert-Lewin pada babak kedua memperpanjang catatan tanpa nirbobol menjadi tujuh pertandingan dan menambah tekanan terhadap pelatih Michael Carrick.
Pertandingan melawan Leeds di Elland Road menjadi ujian penting bagi Manchester United yang tengah berusaha memperbaiki performa pada awal musim. Sebelum laga ini, Setan Merah hanya mampu meraih dua kemenangan dari sembilan pertandingan di seluruh kompetisi.
Hasil tersebut membuat posisi Carrick mendapat sorotan. Meski musim masih berada pada tahap awal, performa Manchester United dinilai belum konsisten, terutama dalam menjaga keseimbangan permainan dan mengantisipasi serangan lawan.
Situasi semakin mengkhawatirkan karena Manchester United menyamai catatan negatif yang terakhir kali terjadi pada musim 1930-1931 dan 1931-1932. Untuk dua musim beruntun, mereka gagal mencatatkan clean sheet dalam enam pertandingan pertama.
HasilDrawing Bulu Tangkis Asian Games 2026: Tim Putra Indonesia Bye, Putri Hadapi Mongolia
Rekor tersebut kembali menjadi perhatian ketika Manchester United menghadapi Leeds. Pada babak pertama, tim tamu sempat unggul 1-0 sehingga memiliki peluang untuk mengakhiri catatan buruk tersebut.
Namun, gol Dominic Calvert-Lewin pada babak kedua menggagalkan upaya Manchester United mempertahankan keunggulan tanpa kebobolan. Gol itu membuat catatan tanpa clean sheet mereka berlanjut menjadi tujuh pertandingan.
Kondisi lini belakang menjadi salah satu pekerjaan rumah terbesar bagi Carrick. Kegagalan menjaga keunggulan tidak hanya memengaruhi hasil pertandingan, tetapi juga memperbesar tekanan terhadap tim yang sedang berupaya menemukan konsistensi.
Michael Carrick Disorot, Masalah Pertahanan MU Jadi Sorotan
Carrick memasuki pertandingan melawan Leeds dengan tekanan besar setelah hasil-hasil kurang memuaskan pada awal musim. Sebelumnya, muncul pembicaraan mengenai kemungkinan laga melawan Como menjadi salah satu penentu nasibnya apabila Manchester United kembali gagal meraih hasil positif di Elland Road maupun pertandingan Liga Champions tersebut.
Meski demikian, pencapaian Carrick pada musim sebelumnya masih menjadi salah satu pertimbangan dalam menilai kinerjanya. Dia berhasil membawa Manchester United finis di posisi ketiga Liga Inggris dan mengamankan tiket ke Liga Champions.
Persoalan perekrutan pemain pada bursa transfer musim panas juga menjadi sorotan. Aktivitas transfer yang dinilai belum memadai dianggap ikut berkontribusi terhadap kesulitan Manchester United membangun tim yang kompetitif dan solid.
Bek Manchester United Lisandro Martinez sebelumnya turut menyinggung persoalan tersebut setelah kekalahan dari Atletico Madrid pada pertengahan pekan. Situasi ini menambah perhatian terhadap keputusan manajemen klub dalam membangun skuad.
Meski persoalan perekrutan pemain menjadi salah satu faktor yang dibicarakan, rapuhnya pertahanan tetap menjadi masalah yang harus segera diselesaikan. Catatan tanpa clean sheet dalam tujuh pertandingan menunjukkan Manchester United masih kesulitan menjaga gawang dari ancaman lawan.
Bagi Carrick, memperbaiki organisasi pertahanan menjadi kebutuhan mendesak. Kemampuan menghindari kebobolan dapat membantu tim mempertahankan keunggulan sekaligus meningkatkan peluang meraih poin dalam pertandingan yang berlangsung ketat.










