Skincare Lokal Mulai Masuk Pasar Malaysia, Ini Faktanya!

Skincare Lokal Mulai Masuk Pasar Malaysia, Ini Faktanya!

Ekonomi | inews | Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:47
share

JAKARTA, iNews.id – Pasar kecantikan Indonesia bukan satu-satunya tujuan bagi pelaku usaha kosmetik lokal untuk mengembangkan bisnis. Sejumlah perusahaan mulai menjajaki pasar luar negeri, termasuk negara tetangga seperti Malaysia. 

Tujuannya, demi memperluas jangkauan konsumen sekaligus menghadapi persaingan industri kecantikan yang semakin luas. Namun, apakah skincare lokal mampu bersaing di pasar Malaysia?

Malaysia menjadi salah satu negara yang dilirik untuk ekspansi tersebut. Kesamaan iklim tropis dan kebutuhan perawatan kulit masyarakat kedua negara menjadi salah satu pertimbangan, meski perusahaan tetap perlu memahami karakteristik konsumen serta ketentuan yang berlaku di pasar tujuan.

Langkah ini dilakukan MSGLOW Beauty dan MS Glow for Men, dua merek di bawah perusahaan induk J99 Corp. Keduanya menyiapkan 16 produk untuk memasuki pasar Malaysia melalui kerja sama dengan perusahaan pemasaran dan distribusi setempat, KARA Marketing (M) Sdn Bhd (KMM).

Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau dalam rangkaian Trade Expo Indonesia (TEI) 2026. Dari total produk yang disiapkan, 11 merupakan produk MSGLOW Beauty dan lima lainnya berasal dari MS Glow for Men. Distribusinya direncanakan melalui jaringan toko kesehatan dan kecantikan yang dilayani KMM.

Memasuki pasar luar negeri bukan sekadar memperluas jalur penjualan. Perusahaan juga perlu menghadapi persaingan dengan merek yang telah lebih dahulu dikenal konsumen, memahami preferensi masyarakat setempat, serta memastikan produk memenuhi ketentuan kosmetik di negara tujuan.

Founder J99 Corp., Gilang Widya Pramana, mengatakan kesamaan karakteristik Indonesia dan Malaysia menjadi salah satu pertimbangan dalam menjajaki pasar tersebut.

"Indonesia dan Malaysia memiliki banyak kesamaan, mulai dari iklim tropis hingga kebutuhan perawatan kulit sehari-hari. Hal ini menjadi peluang bagi kami untuk lebih dekat dengan konsumen di Malaysia, sekaligus mengenal kebutuhan dan preferensi mereka," ujar Gilang dalam keterangan resminya, belum lama ini.

Dari sisi distribusi, KMM akan mendukung penyaluran produk melalui jaringan yang dimilikinya di Malaysia. Perusahaan tersebut telah beroperasi di bidang pemasaran dan distribusi sejak 1999.

Director KMM, Susanto Lee, menilai kebutuhan konsumen terhadap produk perawatan diri membuka peluang bagi merek kecantikan Indonesia untuk menjangkau pasar Malaysia. Meski demikian, penerimaan konsumen dan perkembangan penjualan akan menjadi faktor penting untuk melihat hasil ekspansi tersebut.

Sertifikasi halal yang dimiliki produk-produk terkait juga disebut sebagai salah satu nilai tambah untuk membangun kepercayaan konsumen. Namun, perusahaan tetap perlu memperhatikan ketentuan sertifikasi dan regulasi yang berlaku di Malaysia sebelum produk dipasarkan.

Ekspansi ini menjadi salah satu gambaran upaya pelaku usaha kosmetik Indonesia memperluas pasar di kawasan regional. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada kesamaan karakteristik kedua negara, tetapi juga kemampuan perusahaan menyesuaikan strategi dengan kebutuhan konsumen dan persaingan di pasar tujuan.

Topik Menarik