Baru 5 Hari Menjabat, Jubir Baru Trump Dipecat
WASHINGTON, iNews.id - Katie Zacharia meninggalkan jabatannya sebagai sekretaris pers Gedung Putih. Dia dipecat hanya lima hari setelah penampilan perdananya di hadapan publik menuai kritik.
Zacharia sempat disorot terkait kualifikasi hukum dan kesiapannya menjalankan tugas sebagai juru bicara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Trump mengisyaratkan kepergian Zacharia saat berbicara kepada wartawan di depan helikopter Marine One pada Jumat (16/10/2026) waktu setempat. Dia mengaku sempat menyarankan Zacharia mempertimbangkan kembali keputusannya menerima jabatan tersebut.
"Saya katakan, 'Apakah pekerjaan ini cocok untuk Anda, Katie? Karena sejujurnya, Anda tidak butuh ini'," ujar Trump, dikutip dari BBC, Sabtu (17/10/2026).
"Anda tidak seharusnya diperlakukan seburuk ini," lanjutnya, seraya menilai Zacharia telah diperlakukan "dengan sangat kasar" oleh media.
Beberapa jam kemudian, Zacharia menyampaikan pujian kepada Trump melalui platform X. Dia menyebut Trump sebagai sosok yang "baik, luar biasa, murah hati, penuh perhatian, antusias, dan pria yang paling pekerja keras", serta menyatakan kehormatan bisa bekerja untuk sang presiden.
Penampilan perdana Zacharia sebagai sekretaris pers pada Selasa (13/10/2026) sebelumnya menuai kritik. Konferensi pers tersebut berlangsung kurang dari 15 menit dan hanya mencakup tiga pertanyaan dari wartawan.
Perempuan berusia 42 tahun itu kemudian menghadapi berbagai pertanyaan mengenai kualifikasi dan kesiapannya mengemban jabatan tersebut. Salah satu isu yang menjadi sorotan adalah latar belakang hukumnya.
Zacharia disebut sebagai pengacara oleh Trump dan sejumlah pihak. Dia merupakan lulusan fakultas hukum Universitas Pepperdine.
Namun, pertanyaan muncul mengenai tempatnya lulus ujian profesi advokat atau bar exam, yang menjadi salah satu persyaratan untuk berpraktik hukum di Amerika Serikat.
"Saat saya berada di Tiongkok," kata Zacharia ketika ditanya mengenai tempatnya mengikuti ujian tersebut.
Setelah menjalani pemeriksaan dan penelusuran oleh media, pada Kamis (15/10/2026), Zacharia mengakui tidak pernah lulus ujian profesi advokat tersebut.
Raih Status Accredited Entity, IIF Incar Akses USD250 Juta untuk Pendanaan Green Infrastruktur
Dalam sebuah pernyataan, dia mengeklaim pernah menjalankan praktik hukum transaksi internasional di Tiongkok dengan kredensial yang sesuai.
Persoalan kualifikasi itu terus menjadi perbincangan sepanjang pekan. Sean Hannity, pembawa acara Fox News, bahkan mengajukan pertanyaan tajam kepada Zacharia dalam wawancara pada Kamis.
"Mengapa Anda tidak katakan saja, 'Saya tidak pernah berpraktik sebagai pengacara?'" kata Hannity merespons pengakuan Zacharia yang tidak lulus ujian profesi advokat.
Hannity juga mempertanyakan proses persiapan Zacharia yang direkrut kurang dari sepekan sebelum penampilan perdananya. Dia bertanya apakah staf Gedung Putih seharusnya mempersiapkannya dengan lebih baik.
Dalam penampilannya di program Fox & Friends pada Jumat, Zacharia kembali menghadapi pertanyaan mengenai latar belakang dan proses perekrutannya.
Dia menjelaskan tidak memberi tahu Trump bahwa dirinya bukan seorang pengacara karena pertanyaan tersebut tidak pernah diajukan. Zacharia juga menegaskan dirinya direkrut untuk menjalankan peran di bidang komunikasi, bukan hukum.
Pembawa acara Lawrence Jones kemudian mempertanyakan apakah Zacharia masih mendapat kepercayaan dari Trump.
Pajak Ekonomi Digital Tembus Rp57,23 Triliun hingga Agustus 2026, PPN PMSE Jadi Penopang Utama
Zacharia tidak memberikan jawaban langsung. "Saya berharap dapat membangun keyakinan dan kepercayaan dari orang-orang di sekitar saya," ucap dia.
Kepergian Zacharia menjadi salah satu pergantian jabatan tercepat di tim pers Gedung Putih era Trump. Sebelumnya, Anthony Scaramucci juga meninggalkan jabatan direktur komunikasi Gedung Putih setelah hanya 10 hari menjabat pada masa jabatan pertama Trump.
Pengunduran diri Zacharia turut menjadi bahan kritik Partai Demokrat menjelang pemilihan paruh waktu pada November, yang akan menentukan partai pengendali Kongres AS.
"Sekretaris Pers Gedung Putih telah pergi. Kelompok ekstremis MAGA terus berantakan," tulis Hakeem Jeffries, tokoh utama Partai Demokrat di DPR AS, melalui platform X.










