Dinkes Jakarta Terus Pantau Influenza A, Warga Diminta Tetap Tenang

Dinkes Jakarta Terus Pantau Influenza A, Warga Diminta Tetap Tenang

Terkini | inews | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 12:05
share

JAKARTA, iNews.id - Dinas Kesehatan (Dinkes) Jakarta terus memperkuat pemantauan kasus dan kewaspadaan dini terhadap Influenza A serta penyakit infeksi saluran pernapasan lainnya. Langkah ini dilakukan melalui analisis tren kasus dan hasil pemeriksaan laboratorium secara berkala.

Pemantauan tersebut bertujuan mengetahui pola peningkatan kasus serta subtipe virus influenza yang beredar. Selain itu, Dinkes terus melakukan pencegahan melalui komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat serta koordinasi lintas program dan sektor.

Kepala Dinas Kesehatan Jakarta Ani Ruspitawati mengimbau masyarakat untuk menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) guna mencegah penularan penyakit.

“Masyarakat kami imbau untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), mencuci tangan, menerapkan etika batuk, menggunakan masker apabila sedang mengalami gejala gangguan pernapasan, serta menjaga kondisi tubuh melalui istirahat dan asupan gizi yang cukup,” ujar Ani, dikutip dari keterangan Pemerintah Provinsi Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Selain memperkuat pemantauan, Dinkes memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit. Kesiapan itu mencakup layanan sentinel Influenza-Like Illness (ILI), kapasitas pemeriksaan, ketersediaan obat dan alat kesehatan, tenaga kesehatan, ruang perawatan, hingga sistem rujukan jika kebutuhan pelayanan meningkat.

Ani menjelaskan, sebagian besar kasus influenza dapat pulih dengan perawatan mandiri yang tepat. Masyarakat yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan atau gangguan pernapasan lainnya dianjurkan beristirahat, memenuhi kebutuhan cairan dan nutrisi, menggunakan masker, serta mengurangi aktivitas di luar rumah selama masih bergejala.

Langkah tersebut penting untuk mengurangi risiko penularan kepada orang lain. Namun, masyarakat diminta segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala yang memburuk atau tanda bahaya.

“Apabila terdapat kondisi yang memburuk atau muncul tanda bahaya, seperti sesak napas, penurunan kesadaran, demam yang menetap, kondisi tubuh semakin lemah, atau terjadi pada kelompok berisiko tinggi, masyarakat diimbau untuk segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.

Ani menyampaikan, fasilitas kesehatan di Jakarta telah memiliki mekanisme pelayanan dan rujukan sesuai kondisi klinis pasien. Pemeriksaan penunjang dan pemberian terapi dilakukan berdasarkan indikasi medis serta penilaian dokter.

“Terpenting, masyarakat tidak perlu panik, tetapi tetap perlu waspada,” ucapnya.

Topik Menarik