Berlliana Lovell Somasi Amat Jelangskuy Imbas Pelecehan Seksual saat Live TikTok
JAKARTA, iNews.id – Selebgram Berlliana Lovell mengambil langkah tegas setelah mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual secara verbal saat LIVE TikTok bersama kreator konten Amat Jelangskuy.
Tak sekadar menyampaikan keberatan, Berlliana Lovell kini resmi melayangkan somasi kepada Amat Jelangskuy melalui tim kuasa hukumnya.
Somasi tersebut menjadi peringatan bagi pihak yang bersangkutan untuk menunjukkan itikad baik dan menyelesaikan persoalan yang membuat Berlliana merasa direndahkan sebagai perempuan. Jika tidak ada respons sesuai tuntutan, tim kuasa hukum membuka kemungkinan membawa kasus ini ke ranah hukum.
Di balik langkah tersebut, Berlliana mengaku masih merasakan dampak psikologis akibat kejadian yang dialaminya. Dia bahkan membandingkan pengalaman tersebut dengan berbagai hujatan yang selama ini diterimanya selama berkarier di dunia hiburan.
“Kalau dibilang dari 2019 aku di entertain, pasti banyak hujatan atau apa pun itu, tapi aku masih bisa terima karena kan biasanya mereka komen dan lain-lain, aku masih bisa punya pilihan untuk membaca atau tidak, meladeni atau tidak,” kata Berlliana dalam konferensi pers di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan, belum lama ini.
“Nah kalau ini tuh kayak secara langsung gitu lho, jadi rasanya tuh benar-benar beda banget dan gue kena mental sih, jujur,” sambungnya.
Berlliana Lovell Beri Tenggat 3x24 Jam kepada Amat Jelangskuy
Kuasa hukum Berlliana, Sapta Simon, menjelaskan bahwa pihaknya telah melayangkan somasi resmi kepada pemilik akun terkait dengan batas waktu 3x24 jam.
Dalam tenggat tersebut, pihak Amat diharapkan menunjukkan itikad baik dengan menemui Berlliana secara langsung untuk menyampaikan permintaan maaf. Jika tidak, tim kuasa hukum siap mengambil langkah lanjutan.
“Apabila tidak, nah kalau tidak ya jelas, kami harus akan melakukan upaya hukum lanjutan. Seperti apa? Dengan langkah melaporkan polisi, hak kepidanaannya, ada hak perdatanya klien kami juga,” tegas Sapta Simon.
Dia menjelaskan, pihaknya mempertimbangkan jalur pidana maupun perdata. Menurut Sapta, kejadian tersebut tidak hanya menimbulkan persoalan bagi Berlliana secara psikologis, tetapi juga berdampak pada aktivitas profesionalnya.
“Karena klien kami ini tadi menjelaskan trauma dia. Dia jadi trauma untuk live lagi gitu lho. Ini kan berarti ada kerugian materiil juga yang dialami oleh klien kami,” sambungnya.
Pihak Berlliana berharap somasi tersebut mendapat respons yang baik. Namun, apabila tidak ada penyelesaian dalam tenggat yang diberikan, mereka menyatakan siap melanjutkan persoalan sesuai jalur hukum yang tersedia.
Berlliana Batal Hadiri Pekerjaan akibat Tekanan Psikis
Dampak kejadian tersebut, menurut pihak manajemen, juga mulai mengganggu pekerjaan Berlliana. Nanda Persada selaku perwakilan manajemen menyebut tekanan psikis yang dialami Berlliana membuatnya terpaksa membatalkan agenda profesional.
Nanda menegaskan bahwa persoalan tersebut tidak bisa dianggap selesai hanya dengan permintaan maaf melalui media sosial. Menurutnya, dampak yang dialami Berlliana perlu menjadi perhatian pihak yang bersangkutan.
“Hari ini sebenarnya Berlliana punya kegiatan pekerjaan yang akhirnya dia tidak bisa datang ke acara itu. Karena apa? Ya karena tekanan psikis,” ujar Nanda Persada.
Dia menambahkan bahwa kejadian tersebut berpotensi menimbulkan kerugian materiil maupun imateriil bagi Berlliana.
“Artinya ada kerugian materi dan inmateriil di sini. Nah ini harus disadari oleh yang bersangkutan ini, oknum-oknum ini, gitu. Jadi enggak sesepelenya itu ya, minta maaf di sosmed selesai,” pungkasnya.
Berlliana Sebelumnya Ajak Korban Pelecehan Berani Speak Up
Sebelum mengumumkan somasi, Berlliana lebih dahulu mengungkapkan kekecewaannya melalui Instagram. Dia merasa tidak dihargai sebagai perempuan setelah percakapannya dengan Amat saat LIVE TikTok.
Dalam interaksi tersebut, Amat mengatakan suasana hatinya sedang tidak bagus. Ketika Berlliana bertanya alasannya, Amat menjawab, “Karena belum diemutin sama kakak.”
Ucapan tersebut dipersoalkan Berlliana karena dinilai merendahkan dirinya sebagai perempuan. Dia kemudian meminta Amat memberikan penjelasan dan menyampaikan permintaan maaf.
Berlliana juga menyampaikan pesan kepada orang-orang yang pernah mengalami kejadian serupa agar tidak takut berbicara atau speak up. Dia menegaskan bahwa mengungkapkan pengalaman pelecehan bukanlah aib dan bukan tindakan berlebihan.
Menurut Berlliana, tindakan yang melecehkan tidak seharusnya dianggap sebagai candaan. Pesan itu disampaikan sebagai pengingat agar pengalaman korban tidak disepelekan.
Kini, persoalan tersebut memasuki tahap somasi dengan tenggat waktu 3x24 jam. Tim Berlliana menyatakan akan mempertimbangkan langkah hukum berikutnya apabila tidak ada iktikad baik dari pihak Amat untuk menyelesaikan masalah tersebut.










