Kenapa Vitamin C Bisa Picu Batu Ginjal? Ini Penyebabnya

Kenapa Vitamin C Bisa Picu Batu Ginjal? Ini Penyebabnya

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 05:09
share

JAKARTA, iNews.id - Konsumsi vitamin C dalam dosis tinggi berpotensi meningkatkan risiko batu ginjal. Kondisi ini dapat terjadi karena sebagian vitamin C yang masuk ke dalam tubuh dimetabolisme menjadi oksalat, senyawa yang berperan dalam pembentukan batu ginjal jenis kalsium oksalat.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Aditya Surya Pratama, menjelaskan konsumsi vitamin C setiap hari tidak otomatis menyebabkan batu ginjal. Risiko tersebut dipengaruhi dosis yang dikonsumsi serta kondisi kesehatan masing-masing orang.

“Jadi jawabannya, iya, tapi enggak mutlak,” kata dr Aditya dalam unggahan video di akun Instagram-nya, dikutip Rabu (14/10/2026).

Dia menerangkan, ketika seseorang mengonsumsi vitamin C dalam jumlah besar secara rutin, sebagian vitamin tersebut akan diproses tubuh menjadi oksalat. Peningkatan kadar oksalat dalam urine dapat meningkatkan kejenuhan kalsium oksalat sehingga kondisi urine lebih mendukung pembentukan kristal yang berpotensi berkembang menjadi batu ginjal.

“Kalau kita bicara skemanya nih. Jadi ketika kita konsumsi vitamin C, misalnya dalam jumlah yang banyak setiap hari, itu sebagian dia akan dimetabolisme menjadi oksalat. Nah, urinary oxalate ini akhirnya akan meningkat dan secara biologis, ini dapat meningkatkan supersaturasi kalsium oksalat, yang mana inilah yang akhirnya berpotensi meningkatkan pembentukan batu ginjal, terutama pada dosis yang sangat tinggi dan orang-orang yang memang dia ini berisiko,” katanya.

Meski demikian, risiko batu ginjal tidak hanya ditentukan oleh konsumsi vitamin C. Menurut dr Aditya, sejumlah faktor lain juga berpengaruh, seperti jenis kelamin, riwayat batu ginjal, kecukupan cairan tubuh, dan faktor kesehatan lainnya.

“Tapi perlu digarisbawahi, bukan berarti konsumsi vitamin C setiap hari itu otomatis menyebabkan batu ginjal. Jangan salah paham ya. Karena sebenarnya untuk risikonya ini sendiri dipengaruhi oleh beberapa hal: dosis, jenis kelamin, riwayat batu ginjal, hidrasi, dan faktor-faktor lainnya masih banyak sekali,” katanya.

Vitamin C sendiri tetap dibutuhkan tubuh karena berperan dalam pembentukan kolagen, membantu penyerapan zat besi, mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh, serta bertindak sebagai antioksidan yang melindungi sel dari kerusakan.

Sebab itu, masyarakat tidak perlu menghindari vitamin C sepenuhnya. Hal yang perlu diperhatikan adalah jumlah asupan, terutama jika mengonsumsi suplemen dengan dosis tinggi secara rutin.

Bagi orang yang memiliki riwayat batu ginjal atau faktor risiko tertentu, konsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi suplemen vitamin C dosis tinggi dapat membantu menentukan asupan yang sesuai.

dr Aditya juga menyarankan masyarakat mempertimbangkan produk vitamin C dengan kandungan atau potensi pembentukan oksalat yang lebih rendah.

“Menurut aku solusinya, kamu juga bisa cari sebenarnya vitamin C yang lebih rendah kandungan oksalatnya,” ujarnya.

Topik Menarik