Atlet Panjat Tebing Probolinggo Meninggal saat Padamkan Karhutla Bromo

Atlet Panjat Tebing Probolinggo Meninggal saat Padamkan Karhutla Bromo

Nasional | inews | Jum'at, 16 Oktober 2026 - 09:31
share

PROBOLINGGO, iNews.id – Suasana duka menyelimuti proses pemakaman Sefril Ardiansyah (19), atlet panjang tebing yang meninggal dunia saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo. 

Jenazah warga Jalan Serayu, Kelurahan Jrebeng Kulon, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Jawa Timur tersebut dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) desa setempat, Jumat (16/10/226).

Sefril dikenal sebagai atlet panjat tebing berprestasi yang menjadi kebanggaan Kota Probolinggo. Saat ini, almarhum diketahui bekerja di bagian maintenance engineering di Hotel Artotel Bromo. 

Di mata sesama atlet dan pelatihnya, Sefril dikenang sebagai sosok yang taat beragama, sopan, dan memiliki kepedulian sosial yang sangat tinggi terhadap sesama. 

"Sefril anak yang religius dan sangat peduli. Kami sangat kehilangan sosok atlet muda berbakat," ungkap Iwan, pelatih atlet panjat tebing, Jumat (16/10/2026). 

Ayah almarhum, Lutfi, beserta keluarga besar berharap pihak manajemen tempatnya bekerja memberikan penjelasan resmi dan transparan mengenai kronologi kejadian yang menimpa anaknya.

Pihak keluarga mempertanyakan alasan Sefril yang bertugas di bagian pemeliharaan teknik hotel (maintenance engineering) bisa berada di lokasi kebakaran hingga ikut menerjang bahaya memadamkan api karhutla Bromo.

"Kami hanya ingin kejelasan kronologi dari tempatnya bekerja. Mengapa tugasnya di bagian engineering hotel, tapi tiba-tiba berada di lapangan memadamkan kebakaran Bromo," tutur Lutfi. 

Selain Sefril, insiden karhutla Bromo tersebut juga merenggut nyawa tiga korban jiwa lainnya, yakni Sukaris, Wisnu, dan Hendra. Jenazah ketiga korban lainnya telah dievakuasi dan dimakamkan di desa asal masing-masing.

Topik Menarik