IKN Dapat Investasi Baru Rp3,74 Triliun, 8 Tower ASN dan 5 Proyek Swasta Segera Dibangun

IKN Dapat Investasi Baru Rp3,74 Triliun, 8 Tower ASN dan 5 Proyek Swasta Segera Dibangun

Terkini | inews | Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:31
share

JAKARTA, iNews.id - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menandatangani perjanjian investasi senilai Rp3,74 triliun pada 14 Oktober 2026. Dana tersebut mencakup pembangunan delapan tower rumah susun aparatur sipil negara (ASN) senilai Rp2,629 triliun serta lima proyek swasta senilai Rp1,11 triliun di sektor pangan, properti, kuliner, mebel, dan fasilitas komersial.

Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono menjelaskan, pembiayaan pembangunan Nusantara menggunakan beberapa skema, mulai dari kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), investasi swasta, hingga hibah.

“Hari ini kita membuktikan bahwa pembangunan IKN tidak hanya dibiayai oleh APBN. Hari ini juga ada dua KPBU dan lima investasi swasta yang segera akan dimulai pembangunannya,” ujar Basuki dalam keterangan resmi, Rabu (14/10/2026).

Proyek hunian ASN menjadi bagian terbesar dari investasi yang ditandatangani pada 14 Oktober 2026. PT Nindya Karya bersama PT Nindya Estate Management memprakarsai pembangunan delapan tower rumah susun dengan total 288 unit di Wilayah Perencanaan (WP) 1A, Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

Proyek tersebut menempati lahan seluas 6,84 hektare dengan nilai investasi Rp2,629 triliun. Setiap unit rumah susun dirancang memiliki luas 190 meter persegi.

Selain pembangunan rusun, Otorita IKN telah menandatangani kerja sama pembangunan 109 rumah tapak ASN dengan PT Intiland Development Tbk pada 6 Oktober 2026.

Proyek yang dijalankan melalui PT Seratus Sembilan Nusantara tersebut memiliki nilai investasi Rp2,819 triliun. Pembangunannya ditargetkan rampung pada triwulan IV 2028.

Jika digabungkan, kedua proyek hunian ASN itu memiliki total nilai investasi Rp5,448 triliun.

Di luar pembangunan hunian, lima pelaku usaha menyiapkan proyek untuk memenuhi kebutuhan pangan sekaligus mendukung kegiatan ekonomi di IKN.

PT Indonesia Belt Road High Tech Development Park akan mengembangkan Grand Vista Nusantara di KIPP 1B. Proyek ini mencakup kawasan komersial, apartemen, dan perkantoran di atas lahan seluas 3,57 hektare.

Nilai investasi Grand Vista Nusantara diperkirakan mencapai Rp1 triliun. Angka tersebut menjadi yang terbesar di antara lima investasi swasta yang diumumkan pada 14 Oktober 2026.

Di sektor pangan, PT Berdikari (Persero) merencanakan proyek hilirisasi ayam terintegrasi di WP 3 dengan nilai investasi sekitar Rp177 miliar.

Proyek yang menempati lahan seluas 17,27 hektare itu mencakup fasilitas peternakan indukan dan penetasan dengan kapasitas sekitar 140 ribu ekor ayam.

Sementara itu, PT FYP Karya Perdana akan membangun Teras Padu, fasilitas olahraga dan komersial di KIPP 1A. Proyek tersebut memiliki nilai investasi Rp20 miliar.

Investasi di sektor kuliner juga disiapkan PT Laziz Nusantara Grup. Perusahaan ini berencana membangun restoran Arab, gerai gelato, dan gedung serbaguna dengan nilai investasi sekitar Rp10 miliar.

Adapun PT Java Teak Indo akan membangun showroom mebel khas Jepara sekaligus kantor di KIPP 1A. Proyek tersebut berdiri di atas lahan seluas 0,2 hektare dengan estimasi investasi Rp1,5 miliar.

UMKM Jepara Ikut Berinvestasi di IKN

Keterlibatan pelaku usaha mebel asal Jepara mendapat sambutan dari Bupati Jepara Witiarso Utomo. Dia menilai kesempatan tersebut membuka peluang bagi usaha daerah untuk berpartisipasi dalam pembangunan ibu kota baru.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Jepara berterima kasih sekali kepada Kepala Otorita IKN, yang sudah memberikan kesempatan UMKM kami di Jepara untuk ikut berinvestasi di IKN,” kata Witiarso.

Topik Menarik