Amunisi Dikira Mainan Meledak, Pelajar Israel Tewas dan Belasan Lainnya Luka
TEL AVIV, iNews.id - Seorang pelajar Israel tewas dan 19 rekannya luka terkena amunisi yang tiba-tiba meledak. Para korban sedang melakukan trekking di wilayah dekat perbatasan Lebanon saat peristiwa terjadi, Senin (12/10/2026) sore.
Kejadian itu memicu respons darurat skala besar melibatkan ambulans, helikopter penyelamat, dan tim penjinak bom Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
Berdasarkan pemeriksaan awal militer Zionis, ledakan disebabkan amunisi kelompok Hizbullah yang jatuh di lokasi tersebut, namun tidak meledak. Belum jelas kapan proyektil itu ditembakkan.
Gambar yang dirilis IDF menunjukkan sebuah helikopter militer mengevakuasi pasien untuk perawatan medis.
Laporan awal mengungkap, proyektil itu ditemukan seorang siswa saat trekking, lalu memasukkannya ke dalam tas., mungkin diduga sebagai mainan yang menarik. Namun benda itu meledak beberapa menit kemudian.
“Dugaannya adalah amunisi itu meledak di tangan salah satu siswa,” kata seorang pejabat kepolisian distrik utara Israel, Meir Eliyahu, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (14/10/2026).
Pemerintah Kota Ma’alot-Tarshiha mengidentifikasi remaja tewas itu sebagai Elazar Yair Wilensky, siswa kelas 9 berusia 15 tahun.
United Hatzalah, layanan tanggap darurat Israel, menjelaskan tiga orang mengalami luka serius dalam ledakan tersebut. Sementara setidaknya 10 orang lainnya mengalami luka ringan hingga sedang.
Para siswa dan staf sekolah dalam study tour saat ledakan terjadi.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, bersama menteri pendidikan, mengunjungi korban luka dan keluarga di Rumah Sakit Rambam di Haifa. Netanyahu menginstruksikan IDF untuk memperkuat larangan menyentuh amunisi yang belum meledak.










