Apakah Kanker Paru Adenokarsinoma yang Diidap Paus Leo XIV Mematikan? Ini Penjelasannya

Apakah Kanker Paru Adenokarsinoma yang Diidap Paus Leo XIV Mematikan? Ini Penjelasannya

Gaya Hidup | inews | Rabu, 14 Oktober 2026 - 12:26
share

JAKARTA, iNews.id - Kanker paru jenis adenokarsinoma yang diidap Paus Leo XIV menjadi perhatian dunia. Penyakit ini termasuk jenis kanker paru yang umum ditemukan. Namun, apakah adenokarsinoma paru mematikan?

Jawabannya, tidak selalu. Tingkat keganasan dan peluang kesembuhan pasien bergantung pada sejumlah faktor, terutama stadium kanker saat terdiagnosis, apakah sel kanker telah menyebar, kondisi kesehatan pasien, serta respons terhadap pengobatan.

Reuters melaporkan pada 13 Oktober 2026 Paus Leo XIV didiagnosis mengalami adenokarsinoma paru setelah menjalani operasi di Rumah Sakit Gemelli, Roma, Italia. Dalam prosedur tersebut, dokter mengangkat lobus bawah paru kanannya.

Operasi dilaporkan berjalan sukses tanpa komplikasi. Meski demikian, diagnosis tersebut belum cukup untuk memastikan tingkat keparahan kanker yang dialami Paus. Informasi mengenai stadium penyakit dan hasil pemeriksaan kelenjar getah bening masih diperlukan untuk menentukan prognosis serta pengobatan selanjutnya.

Apa Itu Kanker Paru Adenokarsinoma?

Adenokarsinoma paru merupakan salah satu jenis kanker yang berkembang dari sel kelenjar, yakni sel yang menghasilkan zat seperti lendir. Kanker ini termasuk kelompok non-small cell lung cancer (NSCLC) atau kanker paru bukan sel kecil.

Jenis ini umumnya berkembang di bagian tepi paru, termasuk di sekitar alveolus atau kantung udara kecil tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida berlangsung.

Adenokarsinoma merupakan salah satu subtipe kanker paru yang paling umum. Penyakit ini dapat dialami perokok maupun orang yang tidak pernah merokok.

Karena itu, seseorang tidak dapat menganggap dirinya bebas dari risiko kanker paru hanya karena tidak memiliki riwayat merokok. Meski demikian, merokok tetap menjadi faktor risiko penting untuk berbagai jenis kanker paru.

Apakah Adenokarsinoma Paru Mematikan?

Adenokarsinoma paru dapat mengancam nyawa, terutama jika kanker sudah berkembang atau menyebar ke bagian tubuh lain. Namun, diagnosis kanker tidak otomatis berarti pasien tidak dapat sembuh.

Salah satu faktor terpenting yang menentukan prognosis adalah stadium penyakit. Kanker yang masih terbatas di paru umumnya memiliki peluang penanganan yang lebih baik dibandingkan kanker yang sudah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ jauh.

Data American Cancer Society mengenai kanker paru bukan sel kecil menunjukkan perbedaan angka kelangsungan hidup berdasarkan luas penyebaran penyakit. Berdasarkan data pasien di Amerika Serikat yang didiagnosis pada 2015–2021, angka kelangsungan hidup relatif lima tahun mencapai 67 persen pada kanker yang masih terlokalisasi, 40 persen ketika telah menyebar ke area regional, dan 12 persen pada penyakit yang telah menyebar jauh.

Angka tersebut merupakan statistik populasi, bukan prediksi bagi setiap pasien. Data itu juga mencakup kelompok kanker paru bukan sel kecil secara umum, bukan khusus pasien adenokarsinoma atau Paus Leo XIV.

Dengan demikian, peluang kesembuhan seseorang tidak dapat ditentukan hanya berdasarkan nama jenis kanker. Stadium, karakteristik sel kanker, kondisi tubuh, serta ketersediaan dan respons terhadap terapi turut memengaruhi hasil pengobatan.

Gejala Kanker Paru Adenokarsinoma

Kanker paru dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal. Akibatnya, sebagian pasien baru mengetahui penyakitnya setelah menjalani pemeriksaan medis atau ketika kanker sudah berkembang lebih jauh.

American Cancer Society menyebut sejumlah gejala yang perlu diwaspadai, antara lain:

- Batuk yang tidak kunjung sembuh atau semakin parah.
- Batuk berdarah atau mengeluarkan dahak bercampur darah.
- Nyeri dada, terutama ketika menarik napas dalam, batuk, atau tertawa.
- Sesak napas.
- Suara serak.
- Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
- Nafsu makan menurun.
- Tubuh terasa lemah atau mudah lelah.
- Infeksi saluran pernapasan, seperti bronkitis atau pneumonia, yang berulang atau sulit sembuh.
- Mengi atau munculnya suara bernada tinggi saat bernapas.

Gejala-gejala tersebut tidak selalu menandakan kanker karena dapat disebabkan oleh penyakit lain. Namun, jika keluhan menetap, memburuk, atau disertai batuk darah, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Apa Penyebab dan Faktor Risikonya?

Adenokarsinoma paru tidak selalu memiliki satu penyebab yang dapat diidentifikasi. Risiko penyakit ini dipengaruhi oleh paparan lingkungan, kebiasaan hidup, dan faktor biologis.

Beberapa faktor risiko yang perlu diketahui meliputi:

1. Merokok. Asap rokok mengandung berbagai zat karsinogen yang dapat merusak sel dan meningkatkan risiko kanker paru.
2. Paparan asap rokok orang lain. Orang yang tidak merokok juga dapat terpapar zat berbahaya dari asap rokok.
3. Radon. Gas radioaktif alami yang dapat terakumulasi di dalam bangunan ini merupakan salah satu faktor risiko kanker paru.
4. Paparan zat berbahaya di tempat kerja atau lingkungan, seperti asbes dan sejumlah bahan kimia tertentu.
5. Polusi udara. Paparan polusi udara dalam jangka panjang juga dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker paru.
6. Faktor genetik dan riwayat keluarga. Perubahan gen tertentu dapat berperan dalam perkembangan kanker, termasuk pada orang yang tidak pernah merokok.

Memiliki satu atau beberapa faktor risiko tidak berarti seseorang pasti akan mengalami kanker. Sebaliknya, orang tanpa faktor risiko yang diketahui tetap dapat terkena penyakit ini.

Bagaimana Kanker Ini Didiagnosis dan Diobati?

Diagnosis adenokarsinoma paru memerlukan pemeriksaan medis. Dokter dapat menggunakan pencitraan, seperti CT scan, untuk menilai kelainan pada paru. Namun, pemeriksaan jaringan melalui biopsi atau analisis jaringan yang diangkat melalui operasi diperlukan untuk memastikan jenis kanker.

Setelah diagnosis dikonfirmasi, dokter akan menentukan stadium penyakit dan menilai apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain. Pemeriksaan karakteristik molekuler atau perubahan genetik pada tumor juga dapat membantu menentukan pilihan terapi.

Pilihan pengobatan bergantung pada kondisi pasien dan tingkat penyebaran kanker. Penanganannya dapat meliputi:

- Operasi untuk mengangkat tumor pada pasien yang memenuhi kriteria medis.
- Kemoterapi untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan sel kanker.
- Radioterapi menggunakan radiasi untuk menargetkan sel kanker.
- Terapi target yang bekerja pada perubahan molekuler tertentu pada sel kanker.
- Imunoterapi yang membantu sistem kekebalan tubuh melawan kanker.

Sebagian pasien mungkin hanya membutuhkan satu jenis terapi, sementara pasien lain memerlukan kombinasi beberapa pengobatan. Tidak semua pasien otomatis membutuhkan kemoterapi atau imunoterapi setelah operasi.

Bagaimana Peluang Kesembuhan Paus Leo XIV?

Dalam kasus Paus Leo XIV, dokter telah mengangkat lobus bawah paru kanannya setelah pemeriksaan mengonfirmasi adenokarsinoma. Namun, keberhasilan operasi tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa seluruh sel kanker telah terangkat atau penyakit tersebut tidak akan kambuh.

Hasil pemeriksaan jaringan dan kelenjar getah bening akan membantu dokter menentukan stadium serta kebutuhan pengobatan tambahan. Jika kanker benar-benar masih terbatas di paru dan dapat diangkat seluruhnya, prognosis pasien umumnya lebih baik dibandingkan jika penyakit telah menyebar.

Hingga laporan Reuters pada 13 Oktober 2026, belum tersedia informasi terperinci yang cukup untuk memastikan stadium kanker Paus Leo XIV maupun peluang kesembuhannya secara individual. Karena itu, prognosisnya tidak dapat disimpulkan hanya dari jenis kanker dan keberhasilan operasi.

Hal yang perlu dipahami, adenokarsinoma paru memang merupakan penyakit serius, tetapi bukan berarti setiap pasien pasti meninggal akibat penyakit tersebut. Deteksi, penentuan stadium secara tepat, dan penanganan sesuai kondisi pasien berperan penting dalam menentukan hasil pengobatan.

Topik Menarik