Jakarta Inklusif, Pramono Buka Peluang Beasiswa dan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Jakarta Inklusif, Pramono Buka Peluang Beasiswa dan Kerja bagi Penyandang Disabilitas

Terkini | inews | Senin, 12 Oktober 2026 - 04:02
share

JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya mewujudkan Jakarta sebagai kota yang inklusif dan ramah bagi anak berkebutuhan khusus. Komitmen tersebut telah direalisasikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui berbagai program. 

Salah satunya dengan memberangkatkan 120 anak berkebutuhan khusus beserta orang tua sebagai pendamping untuk mengikuti olimpiade di Kupang pada 10-19 Oktober 2026.

Menurut Pramono, Jakarta saat ini termasuk salah satu daerah yang menyediakan pendidikan inklusif dan berkeadilan bagi anak berkebutuhan khusus.

"Saat ini ada 88 sekolah luar biasa dan 13 diantaranya merupakan sekolah luar biasa negeri," ujar Pramono, dikutip Senin (12/10/2026).

Pemprov DKI Jakarta juga memfasilitasi program Kartu Jakarta Pintar (KJP) bagi keluarga kurang mampu, termasuk anak berkebutuhan khusus. Selain itu, pemerintah daerah menyediakan bantuan pendidikan hingga jenjang strata 1 (S1) hingga strata 3 (S3) melalui Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU).

Bahkan, mulai 2027, Pemprov DKI Jakarta berencana menghadirkan program beasiswa kuliah di luar negeri dengan kuota 50-75 orang melalui lembaga pengelola dana pendidikan (LPDP).

"Bila ada anak berkebutuhan khusus yang berminat untuk ikut program LPDP, kami akan fasilitasi," ucap Pram.

Di bidang kesehatan, Pramono memaparkan bahwa Jakarta memiliki 44 puskesmas kecamatan, 31 rumah sakit, dan 292 puskesmas pembantu yang seluruhnya telah ramah disabilitas.

Selain itu, terdapat 584 anggota Pasukan Putih yang memberikan layanan kesehatan dari rumah ke rumah (door to door), terutama bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia (lansia).

"Bahkan, kalau perlu ambulans, dokter, dan sebagainya, silakan dimanfaatkan, digunakan ini. Karena tanpa keberpihakan dengan hati, gak mungkin ini bisa dilakukan," tegasnya.

Pemprov DKI Jakarta juga membuka peluang kerja bagi penyandang disabilitas melalui penyelenggaraan bursa kerja (job fair) khusus disabilitas beberapa waktu lalu.

Di sektor transportasi, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan halte yang dilengkapi guiding block agar anak berkebutuhan khusus dapat menggunakan MRT, LRT, Transjakarta, dan Transjabodetabek dengan nyaman.

Untuk menunjang mobilitas anak berkebutuhan khusus, Pemprov DKI Jakarta juga menyediakan 37 unit bus sekolah khusus disabilitas yang melayani 10 rute.

Pemprov DKI Jakarta turut menerbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Jakarta (KPDJ), dengan jumlah penerima mencapai 20.890 orang.

"Kami juga mengalokasi program pemberian alat bantu fisik dan sebagainya bagi disabilitas," tutur Pram.

Selain itu, Jakarta memiliki loka bina karya dan telah merekrut 133 penyandang disabilitas sebagai penggerak dalam program Jakpreneur.

"Jakarta itu bukan semata-mata membangun gedung-gedung yang tinggi, fasilitas yang luar biasa, tetapi sentuhan-sentuhan yang seperti inilah yang menurut saya, bisa membuat Jakarta lebih nyaman dan aman," tandasnya.

Topik Menarik