Karhutla Way Kambas Belum Padam, 350 Personel Dikerahkan hingga ke Titik Api
JAKARTA, iNews.id - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, Lampung, terus dilakukan melalui operasi darat dan udara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan unsur terkait berupaya memadamkan api serta mencegah kebakaran meluas di kawasan konservasi tersebut.
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi meninjau lokasi karhutla melalui udara untuk mengecek titik api di Provinsi Lampung. Berdasarkan pantauan visual, masih ditemukan sejumlah titik api yang disertai kepulan asap tebal di sekitar kawasan TNWK.
Kristomei menjelaskan, kolaborasi, respons cepat, integrasi, dan sinkronisasi menjadi prinsip penting dalam penanggulangan bencana. Prinsip tersebut menjadi landasan koordinasi lintas sektor dalam menangani karhutla yang membutuhkan keterlibatan pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat.
Realisasi Anggaran Kementerian PKP Capai 44 Persen, Ini Progres Aneka Proyek Hunian hingga Kawasan
"Tadi setelah saya tinjau dari udara, memang ada beberapa titik api yang perlu mendapatkan perhatian, kita sudah mengatur untuk Way Kambas ini ada pasukan darat yang dibagi berdasarkan daerah operasi supaya pemadamannya lebih efektif," ujar Kristomei, dikutip Minggu (25/10/2026).
Berdasarkan laporan tim pendampingan BNPB, kebakaran yang terjadi sejak 22 September 2026 itu masih menyisakan area terbakar yang belum padam seluas sekitar 40 hektare. Pada Jumat (23/10/2026), tim gabungan berhasil memadamkan api di area seluas sekitar 10,2 hektare.
Data tersebut merupakan estimasi berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi di lapangan.
Operasi pemadaman melibatkan sekitar 350 personel gabungan dari BPBD provinsi dan kabupaten/kota, pemadam kebakaran, TNI, Polri, satuan tugas darat TNWK, BNPB, BMKG, serta mitra terkait.
Para personel melakukan pemantauan dan pemadaman titik api, sekaligus membuka jalur menuju lokasi kebakaran untuk mempercepat akses petugas.
Selain operasi darat, BNPB mengerahkan helikopter untuk melakukan pengeboman air (water bombing) di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat. Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga dilaksanakan pada Jumat (23/10/2026) menggunakan pesawat Cessna Caravan.
Dalam operasi tersebut, dilakukan dua sorti penyemaian garam atau natrium klorida (NaCl), masing-masing sebanyak 1.000 kilogram, di wilayah Taman Nasional Way Kambas dan Kabupaten Lampung Barat. Hasil pengamatan menunjukkan hujan ringan terjadi di kedua wilayah tersebut.
Meski demikian, penanganan karhutla masih menghadapi sejumlah kendala. Di antaranya vegetasi yang rapat, jarak sumber air sekitar 1,5 kilometer dari titik api, serta keterbatasan peralatan dan logistik di sejumlah lokasi.
Kristomei mengatakan, petugas juga mencoba menggunakan selang sepanjang tiga kilometer untuk mendukung pemadaman. Metode tersebut dinilai cukup efektif sehingga akan dikembangkan untuk memperluas area operasi.
"Kita lihat juga tadi sudah dicoba dengan cara menggunakan selang sepanjang 3 kilometer ini, ternyata hasilnya cukup efektif, nanti kita akan perbanyak lagi luasan operasi pemadamannya, sehingga diharapkan dapat memadamkan lebih banyak lagi dan hasilnya terukur," ujar Kristomei.









