Anggaran BGN Dipangkas Rp38 Triliun, Kini Jadi Rp229 Triliun

Anggaran BGN Dipangkas Rp38 Triliun, Kini Jadi Rp229 Triliun

Terkini | inews | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 20:14
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Keuangan mengungkapkan, alokasi anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami penyesuaian berupa efisiensi sebesar Rp38 triliun. Dengan adanya penyesuaian tersebut, pagu anggaran efektif BGN saat ini berada di angka Rp229 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu, Sudarto menjelaskan, penetapan awal alokasi anggaran BGN pada Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dipatok sebesar Rp268 triliun. Namun, seiring arah kebijakan efisiensi, dilakukan rasionalisasi pada besaran pagu tersebut.

"Pada awal tahun DIPA, pagu anggaran dari BGN itu Rp268 triliun. Saat ini pagu efektifnya menjadi Rp229 triliun, jadi sekitar Rp38 triliun sudah menjadi efisiensi," kata Sudarto di Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).

Sudarto menegaskan, langkah efisiensi ini tidak menyurutkan komitmen pemerintah dalam menopang perbaikan operasional BGN.

Fokus utama pemerintah dititikberatkan pada pencapaian target serta efektivitas dampak program di masyarakat, bukan semata-mata pemotongan anggaran.

"Kita sangat-sangat mendukung langkah-langkah perbaikan yang dilakukan terus oleh BGN, dan tentunya fokusnya tidak sekedar efisiensi, tapi lebih ke arah bagaimana program perbaikan yang sangat baik tersebut bisa mencapai target dan outcome yang diharapkan," kata Sudarto.

Sejalan dengan penyesuaian pagu efektif BGN, realisasi penyerapan anggaran khusus program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan telah menyentuh angka Rp153,2 triliun hingga akhir September 2026.

Akumulasi penyaluran program prioritas tersebut telah berhasil menjangkau puluhan juta penerima manfaat di berbagai daerah.

Topik Menarik