Komandan OPM Manfred Fatem Ditembak Mati TNI dalam Kontak Senjata di Maybrat

Komandan OPM Manfred Fatem Ditembak Mati TNI dalam Kontak Senjata di Maybrat

Terkini | inews | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 14:20
share

MAYBRAT, iNews.id – Komandan operasi (Danops) Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kodap IV Sorong Raya, Manfred Fatem, tewas dalam kontak tembak dengan tim patroli gabungan TNI di Kabupaten Maybrat, Papua Barat Daya, Jumat (9/10/2026).

Selain Manfred, dua anggota kelompok bersenjata tersebut juga tewas dalam baku tembak di kawasan hutan sebelah utara Kampung Kamat, Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat.

Kontak tembak melibatkan personel Denkul 4/Satgas Rajawali V bersama Satgas Yonif 9 Marinir saat melaksanakan pengamanan wilayah. Berdasarkan laporan sementara, tidak ada personel TNI yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut.

Manfred Fatem menjadi satu-satunya korban yang identitasnya telah dipastikan berdasarkan pemeriksaan awal di lapangan. Dia selama ini memang dikenal sebagai komandan OPM dengan sejumlah aksi teror kekerasan.

Sementara itu, aparat masih memverifikasi identitas dua korban lainnya yang diduga memiliki jabatan dalam struktur kelompok bersenjata OPM Kodap IV Sorong Raya.

Berdasarkan informasi awal, kedua korban tersebut diduga bernama Yesias Fatem, yang menjabat sebagai Danyon Mosata Kodap IV/Sorong Raya, dan Antonius Assem alias Anton Fatem, yang disebut menjabat sebagai Danyon Ayosami Kodap IV/Sorong Raya.

Aparat masih mendalami identitas dan keterlibatan kedua orang tersebut untuk memastikan keterangan yang diperoleh di lapangan.

Setelah kontak tembak yang menewaskan Manfred Fatem dan dua orang lainnya, personel gabungan mengamankan lokasi serta memantau situasi untuk mencegah gangguan keamanan lanjutan.

Dalam operasi tersebut, aparat turut mengamankan sejumlah barang yang ditemukan di lokasi kejadian. Barang bukti yang dilaporkan antara lain satu pucuk senjata api jenis AK-101, 30 butir munisi kaliber 5,56 milimeter, munisi kaliber 9 milimeter, dan dua unit telepon seluler.

Aparat juga menemukan atribut kelompok OPM, bendera Bintang Kejora, satu dokumen OPM, serta sejumlah perlengkapan pendukung lainnya.

Temuan tersebut menjadi bagian dari penanganan pascakejadian. Sementara itu, proses pendalaman masih berlangsung untuk memastikan identitas seluruh korban dan perkembangan operasi pengamanan di wilayah Maybrat.

Kelompok bersenjata OPM Kodap IV/Sorong Raya sebelumnya terlibat dalam sejumlah gangguan keamanan di Papua Barat Daya dan wilayah sekitarnya. Insiden-insiden tersebut berdampak terhadap masyarakat maupun aparat keamanan.

Salah satu peristiwa yang dilaporkan terjadi di Kampung Sorry, Kabupaten Maybrat. Dalam insiden tersebut, dua personel Marinir gugur dan dua pucuk senjata api milik TNI dibawa oleh kelompok tersebut.

Rangkaian insiden bersenjata itu turut memengaruhi rasa aman masyarakat, pelayanan publik, serta aktivitas pembangunan di sejumlah wilayah.

Pangkoops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menegaskan bahwa setiap operasi pengamanan dilaksanakan secara selektif, terukur, dan profesional sesuai ketentuan hukum serta aturan pelibatan yang berlaku.

Menurutnya, keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas dalam pelaksanaan tugas.

“Setiap ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan aparat harus ditangani secara tegas, profesional, dan terukur. Namun tujuan utama pelaksanaan tugas bukan sekadar mengatasi gangguan keamanan, melainkan memastikan masyarakat dapat menjalani kehidupan dengan aman, tanpa rasa takut, serta memperoleh pelayanan dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya, Jumat (9/10/2026).

Koops TNI Habema menyatakan pengamanan wilayah akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas keamanan dan melindungi masyarakat dari dampak aksi kekerasan.

Selain operasi pengamanan, aparat juga mengedepankan pendekatan dialog, pembinaan teritorial, serta sinergi dengan pemerintah daerah dan tokoh masyarakat untuk menciptakan situasi yang aman dan damai.

Koops TNI Habema mengajak seluruh pihak menjaga keselamatan masyarakat dan menghindari tindakan kekerasan. Situasi keamanan yang kondusif diharapkan dapat mendukung aktivitas warga Maybrat, mulai dari pendidikan, pelayanan kesehatan, kegiatan ekonomi, hingga pembangunan wilayah.

Perkembangan lebih lanjut mengenai hasil operasi, identitas dua korban lainnya, dan situasi keamanan di Maybrat akan disampaikan setelah proses verifikasi dan pendalaman selesai dilakukan.

Topik Menarik