Keji! Israel Lukai-Bunuh Warga Palestina Tiap 90 Menit sejak Gencatan Senjata Gaza

Keji! Israel Lukai-Bunuh Warga Palestina Tiap 90 Menit sejak Gencatan Senjata Gaza

Terkini | inews | Jum'at, 9 Oktober 2026 - 14:03
share

GAZA, iNews.id - Islamic Relief melaporkan serangan Israel menewaskan dan melukai warga Palestina di Jalur Gaza rata-rata setiap 90 menit sejak gencatan senjata diumumkan pada Oktober 2025 lalu. Organisasi kemanusiaan berbasis di Inggris itu mencatat sedikitnya 1.454 warga Palestina tewas dan lebih dari 5.000 lainnya terluka selama periode tersebut.

Dalam laporannya, Islamic Relief menyebut sedikitnya 320 korban tewas merupakan anak-anak. Angka tersebut mendekati rata-rata satu anak meninggal setiap hari meski gencatan senjata telah diumumkan.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan 1.471 warga Palestina tewas dan 5.189 lainnya terluka sejak gencatan senjata, dilansir dari Al Jazeera, Jumat (9/10/2026). Dalam 24 jam terakhir, empat orang dilaporkan tewas dan 28 lainnya mengalami luka-luka.

Kementerian tersebut juga mengungkapkan jumlah korban tewas akibat serangan Israel sejak Oktober 2023 telah mencapai sedikitnya 74.254 orang.

Pada Kamis (8/10/2026), pasukan Israel dilaporkan menewaskan seorang warga Palestina di tenggara Deir el-Balah, wilayah tengah Gaza. Serangan udara Israel terhadap sebuah rumah di pusat Khan Younis juga melukai sejumlah orang, menurut kantor berita Palestina, Wafa.

Serangan juga dilaporkan terjadi di Tepi Barat yang diduduki Israel. Seorang remaja laki-laki berusia 13 tahun tertembak di bagian kaki saat pasukan Israel melakukan penggerebekan di Yamoun, sebelah barat Jenin, menurut Bulan Sabit Merah Palestina.

Islamic Relief menilai kondisi di Gaza masih jauh dari aman meski gencatan senjata telah diumumkan. Organisasi tersebut menyatakan Israel menggunakan apa yang disebut sebagai "Garis Kuning", yang menandai wilayah di bawah kendali militer Israel, untuk mendesak warga Palestina keluar dari sekitar 65 persen wilayah Gaza.

Akibatnya, hampir 2,1 juta penduduk Gaza disebut harus berdesakan di wilayah yang tersisa, yakni sekitar 35 persen dari total wilayah tersebut.

Seorang pekerja bantuan Islamic Relief di Gaza, yang identitasnya dirahasiakan demi keselamatan, menggambarkan situasi di lapangan masih dipenuhi ketakutan.

"Pada kenyataannya, tidak ada gencatan senjata. Mereka menargetkan kamp pengungsian dan kawasan padat penduduk, sehingga rasa takut masih sangat tinggi," katanya dalam laporan tersebut.

Islamic Relief juga menyatakan Israel masih menghalangi masuknya bahan bangunan untuk tempat penampungan, bahan bakar, dan pasokan medis ke Gaza.

Kondisi kemanusiaan semakin memburuk karena sekitar 82 persen bangunan di Gaza dilaporkan rusak atau hancur. Lebih dari separuh layanan kesehatan juga disebut telah berhenti beroperasi, sementara lebih dari 20.000 pasien dengan kondisi sakit parah belum mendapatkan izin untuk meninggalkan Gaza guna menjalani pengobatan.

Organisasi kemanusiaan itu mendesak para pemimpin dunia meningkatkan tekanan untuk melindungi warga sipil dan menegakkan hukum internasional.

"Gencatan senjata yang hanya sekadar nama tidak bisa menjadi alasan bagi ketidakbertindakan dunia internasional," ujarnya.

Topik Menarik