Kepsek SDN 1 Kebondalem Pemalang Dicopot Buntut Siswa Tewas Di-bully Kakak Kelas
PEMALANG, iNews.id – Pemerintah Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, mencopot dan menonaktifkan sementara Kepala SD Negeri 1 Kebondalem, Erning Rustini. Keputusan ini diambil menyusul kasus meninggalnya seorang siswa kelas dua, Muhammad Hasbi Al Aqib (7), yang diduga menjadi korban perundungan (bullying) oleh kakak kelasnya.
Pencopotan tersebut dilakukan untuk mempermudah serta mendukung proses pendalaman dan penanganan kasus yang kini mendapat pendampingan dari KPAI dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.
Sekretaris Daerah (Sekda) Pemalang, Bagus Sutopo mengatakan, proses penanganan kasus akan berjalan transparan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selama masa evaluasi dan pendalaman, Pemkab Pemalang akan menunjuk pejabat pengganti sementara untuk memimpin SDN 1 Kebondalem. Pemeriksaan terkait status kepegawaian kepala sekolah juga tengah disiapkan sesuai prosedur regulasi Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Pencopotan Kepala Sekolah SDN 1 Kebondalem ini kami lakukan untuk mendukung proses penanganan kasus agar berjalan tuntas dan obyektif. Kasus ini juga menjadi evaluasi menyeluruh untuk mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah," ungkap Bagus Sutopo, Kamis (8/10/2026).
Keluarga Desak Usut Tuntas
Korban, Muhammad Hasbi Al Aqib, meninggal dunia pada 30 September 2026 setelah sempat menjalani perawatan medis selama dua pekan di rumah sakit. Sebelum mengembuskan napas terakhir, korban sempat mengaku kepada orang tua dan dokter bahwa dirinya mengalami pemukulan oleh kakak kelasnya di sekolah.
Orang tua korban, Diah Indriyanti dan Irwandi, telah memberikan keterangan kepada pihak kepolisian dan mendesak agar penanganan kasus dibuka secara terang benderang.
"Keluarga meminta kasus ini dibuka secara terang benderang. Kami juga mengusulkan agar ada tiga saksi anak lagi yang diperiksa kepolisian, yakni sesama siswa SD yang diduga mengetahui langsung peristiwa perundungan tersebut," ujar pengacara keluarga korban, Huseinda Kusuma.
Satreskrim Polres Pemalang bersama tim gabungan saat ini terus melakukan penyeledikan intensif guna mengungkap kepastian hukum dalam kasus kematian siswa SD tersebut.









