Ferguson Bongkar Perlakuan Fans Arsenal ke Wenger: Noda bagi Reputasi Klub

Ferguson Bongkar Perlakuan Fans Arsenal ke Wenger: Noda bagi Reputasi Klub

Olahraga | inews | Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:00
share

MANCHESTER, iNews.id - Sir Alex Ferguson menyebut perlakuan sebagian fans Arsenal terhadap Arsene Wenger di akhir masa kepelatihannya sebagai noda bagi reputasi klub.

Ferguson dan Wenger merupakan dua sosok yang mendominasi persaingan manajer di Premier League pada era mereka. Dalam buku terbarunya, Games of My Life, legenda Manchester United itu bahkan menyebut dirinya dan Wenger sebagai "dua monumen terakhir dalam manajemen Premier League".

Wenger meninggalkan Arsenal pada Mei 2018 setelah hampir 22 tahun menangani klub London Utara tersebut. Selama periode itu, dia mempersembahkan tiga gelar Premier League dan tujuh Piala FA.

Dua dari tiga gelar Liga Inggris tersebut diraih Arsenal bersama trofi Piala FA dalam musim yang sama. Salah satu pencapaian terbesar Wenger terjadi pada 2003-2004 ketika Arsenal menjadi juara Premier League tanpa sekalipun menelan kekalahan.

Namun, Arsenal tidak lagi menambah gelar Premier League dalam 14 tahun terakhir Wenger di bangku pelatih. Tekanan terhadap pelatih asal Prancis itu pun semakin besar hingga muncul desakan dari sebagian pendukung agar dia meninggalkan klub.

Salah satu bentuk tekanan tersebut terlihat ketika Arsenal menghadapi Brighton dalam pertandingan Piala FA pada 2013. Saat itu, sejumlah pendukung membentangkan spanduk bertuliskan, "Arsene thanks for the memories but it’s time to say goodbye".

Arsenal memang mengalami paceklik trofi selama sembilan tahun sejak 2005 sebelum mengakhiri penantian dengan menjuarai Piala FA pada 2014. Mereka kembali mempertahankan trofi tersebut pada 2015, tetapi keberhasilan itu belum mampu menghentikan kritik dari sebagian suporter.

Ferguson Soroti Tekanan yang Dihadapi Wenger

Tekanan terhadap Wenger semakin terlihat pada pertengahan 2010-an ketika fan TV berkembang melalui YouTube dan media sosial. Wenger menjadi sasaran kritik dari sejumlah penggemar Arsenal yang aktif membuat konten di berbagai platform tersebut.

Ferguson memiliki pandangan berbeda mengenai situasi yang dialami Wenger. Dia menilai persoalan Arsenal tidak bisa dilepaskan dari keputusan klub pindah dari Highbury ke Emirates Stadium pada 2006.

Arsenal meninggalkan Highbury untuk membangun markas baru berkapasitas 60.000 penonton di Ashburton Grove. Sebelum kepindahan tersebut, Wenger sempat memiliki peluang menangani Real Madrid, tetapi memilih bertahan di London Utara.

Menurut Ferguson, loyalitas Wenger kepada Arsenal ikut berkontribusi terhadap penurunan performa klub. Setelah perpindahan stadion, Arsenal juga kehilangan sejumlah pemain penting.

Manchester City kemudian merekrut Kolo Toure, Emmanuel Adebayor, Gael Clichy, dan Samir Nasri dalam periode tiga tahun setelah pengambilalihan klub oleh Abu Dhabi United Group pada 2008.

Cesc Fabregas meninggalkan Arsenal menuju Barcelona pada musim panas 2011, bersamaan dengan kepindahan Nasri ke Manchester City. Sebelumnya, Thierry Henry dan Alexander Hleb juga meninggalkan Arsenal menuju klub asal Catalan tersebut pada musim panas yang berurutan.

Ferguson bahkan berhasil membawa Robin van Persie dari Arsenal pada 2012 ketika penyerang asal Belanda itu memasuki tahun terakhir kontraknya. Van Persie kemudian membantu Manchester United meraih gelar Premier League pada 2013, yang menjadi gelar liga terakhir Ferguson bersama klub tersebut.

Dalam bukunya, Ferguson mengungkapkan rasa syukur karena tidak pernah menghadapi tekanan seperti yang dialami Wenger selama menangani Arsenal.

“Saya senang tidak pernah merasakan tekanan seperti itu di Old Trafford.

“Bahkan bank menjadikan perpanjangan kontrak Arsene sebagai syarat pembiayaan mereka. Dia terjebak.

“Cara dia diperlakukan oleh sebagian fans Arsenal pada akhir karier manajerialnya merupakan noda bagi reputasi klub.”

Meski persaingan Ferguson dan Wenger berlangsung panas selama 12 tahun pertama Wenger di Arsenal, hubungan keduanya berubah lebih hangat sejak sekitar 2008. Perseteruan di lapangan perlahan berkembang menjadi hubungan yang lebih dekat di luar pertandingan.

Ferguson bahkan memberikan hadiah kepada Wenger sebagai tanda perpisahan sebelum pertandingan terakhir sang pelatih Arsenal di Old Trafford pada April 2018. Wenger kemudian resmi mengakhiri hampir 22 tahun masa baktinya di Arsenal pada Mei tahun yang sama.

Topik Menarik