Persib Punya Modal Berharga untuk Hancurkan Port FC, Aroma Kemenangan Tercium!

Persib Punya Modal Berharga untuk Hancurkan Port FC, Aroma Kemenangan Tercium!

Olahraga | inews | Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:00
share

JAKARTA, iNews.id - Pengakuan Sashfir mengenai dugaan pelecehan seksual di toilet restoran kawasan Senopati, Jakarta Selatan, menghebohkan publik. Ia mengungkap kejadian tersebut setelah berbulan-bulan memilih menyimpan pengalaman itu sendiri.

Dalam pernyataannya, Sashfir menyebut kejadian berlangsung pada April 2026. Ia mengaku menjadi korban perekaman diam-diam atau voyeurism ketika berada di area toilet perempuan.

Berikut kronologi berdasarkan pengakuan Sashfir. Simak informasi selengkapnya hanya di artikel ini. 

Kronologi Lengkap Sashfir Jadi Korban Pelecehan Seksual

Peristiwa bermula ketika Sashfir berada di area toilet perempuan sebuah restoran di Senopati.

Ia kemudian mengetahui dirinya menjadi korban dugaan perekaman diam-diam. Sashfir menyebut tindakan tersebut sebagai bentuk pelecehan seksual berupa voyeurism.

Pengalaman itu kemudian meninggalkan trauma mendalam bagi dirinya.

Alih-alih langsung menceritakan kejadian tersebut kepada publik, Sashfir memilih memendamnya selama beberapa bulan.

Ia baru berbicara setelah merasa kondisinya lebih stabil.

“Selama beberapa bulan terakhir, aku memendam sesuatu yang mengubah hidupku. Pada bulan April lalu, aku menjadi korban pelecehan seksual berupa perekaman diam-diam (voyeurism) di area toilet perempuan sebuah restoran di Senopati. Dan hari ini, untuk pertama kalinya, aku merasa siap untuk bersuara," kata Sashfir, dikutip Kamis (8/10/2026).

Pernyataan itu menjadi awal Sashfir membuka pengalaman yang sebelumnya ia simpan sendiri.

Sashfir Mengungkap Sosok Diduga Pelaku

Dalam pengakuannya, Sashfir juga menyampaikan fakta yang menurutnya paling membuat miris.

Ia menyebut pihak yang dituduh melakukan tindakan tersebut merupakan seorang suami sekaligus ayah dari seorang anak perempuan.

“Yang paling membuatku miris adalah kenyataan bahwa pelakunya merupakan seorang suami sekaligus ayah dari seorang anak perempuan," ujar Sashfir.

Namun, Sashfir tidak mengungkap identitas pria tersebut dalam pernyataan yang dibagikannya kepada publik.

Sashfir kemudian mengapresiasi pihak restoran yang disebutnya telah kooperatif dalam menangani persoalan tersebut.

Ia mengatakan pihak restoran turut menindak pegawainya setelah menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan sesuatu yang salah.

“Aku juga ingin mengapresiasi pihak restoran yang sudah kooperatif dan turut menindak pegawainya karena menyadari bahwa tindakan tersebut merupakan sesuatu yang salah," ucapnya.

Menurut Sashfir, sikap tersebut diharapkan bisa menjadi contoh bahwa persoalan pelecehan seksual merupakan masalah serius.

Kasus Diserahkan kepada Pihak Berwajib

Setelah mengalami kejadian tersebut, Sashfir memastikan persoalannya kini telah diserahkan kepada pihak berwajib.

Ia berharap proses hukum dapat berjalan dan pihak yang bertanggung jawab mendapatkan tindakan tegas.

“Saat ini, aku sudah menyerahkan sepenuhnya permasalahan ini kepada pihak berwajib. Aku berharap pelaku dapat ditindak dengan tegas agar memberikan efek jera dan tidak ada lagi korban selanjutnya," katanya.

Sashfir juga membuka ruang bagi komunitas maupun media yang dapat memberikan tempat aman bagi dirinya dan perempuan lain untuk bercerita. Ia mengaku siap menceritakan kronologi secara lebih detail.

Kini, Sashfir mengatakan kondisinya jauh lebih stabil. Ia pun memilih menggunakan pengalamannya untuk menyampaikan pesan kepada korban lain bahwa proses pemulihan tetap mungkin dilakukan.

“Pulih itu mungkin, dan kalian tidak harus melewatinya seorang diri," ungkap Sashfir.

Topik Menarik