Ayam MBG Terasa Pahit, Puluhan Siswa SMP di Mojokerto Mual dan Diare
MOJOKERTO, iNews.id - Puluhan siswa SMP Negeri 1 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto, mengalami mual, diare dan lemas hingga harus mendapat perawatan di Puskesmas Gayaman. Kondisi tersebut terjadi setelah para siswa menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Selasa (6/10/2026).
Salah seorang siswa mengaku sempat merasakan hal yang berbeda pada menu ayam yang disantapnya. Ayam yang disajikan bersama bumbu kacang itu disebut terasa pahit.
Menurut siswa bernama Aca, menu tersebut merupakan MBG yang diterimanya pada Selasa. Rasa ayam yang tidak biasa itu menjadi perhatian setelah sejumlah siswa mengalami gangguan kesehatan.
"Ayamnya itu pahit. Itu MBG kemarin," ujar Aca, salah seorang siswa, Rabu (7/10/2026).
Gejala seperti mual diare, dan lemas mulai dirasakan sebagian siswa sejak Selasa malam. Keluhan tersebut masih berlanjut saat mereka berada di sekolah pada Rabu (7/6/2026).
Puluhan siswa kemudian dibawa ke Puskesmas Gayaman untuk mendapatkan penanganan medis. Karena jumlah pasien cukup banyak, sebagian siswa harus menjalani perawatan di sejumlah ruangan hingga aula puskesmas.
Tim medis memberikan obat dan infus kepada siswa yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. Sebagian pasien telah diperbolehkan pulang, sementara beberapa lainnya masih menjalani perawatan.
Salah satu orang tua siswa, Ayu datang ke puskesmas setelah anaknya mengalami gejala serupa. Dia mengatakan keluhan muncul setelah anaknya menyantap menu MBG berupa ayam dan bumbu kacang.
"Saya datang karena anak saya mengalami keluhan setelah makan MBG ayam kemarin, menu ayam sama bumbu kacang," kata Ayu.
Meski banyak siswa mengalami keluhan kesehatan setelah menyantap menu tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto belum dapat memastikan penyebabnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Dian Anggraini mengatakan pemeriksaan masih diperlukan untuk mengetahui faktor yang membuat para siswa mengalami gejala tersebut.
Dari sekitar 1.500 penerima MBG, untuk sementara terdapat sekitar 40 siswa yang dilaporkan mengalami gejala. Kondisi mereka beragam, mulai dari yang sudah membaik hingga masih membutuhkan perawatan.
"Ini baru dugaan ya, kalau kita penerima manfaat ada 1.500 orang," kata Dian.
Dinkes memastikan penanganan terhadap siswa terus dilakukan sambil menunggu pendalaman lebih lanjut. Karena itu, dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi MBG tersebut belum dapat disimpulkan sebagai keracunan akibat makanan yang disajikan.










