Man City Masih Bisa Lolos dari Hukuman Berat meski Terjerat 100 Lebih Pelanggaran

Man City Masih Bisa Lolos dari Hukuman Berat meski Terjerat 100 Lebih Pelanggaran

Olahraga | inews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 22:30
share

MANCHESTER, iNews.id – Manchester City masih memiliki peluang menghindari hukuman berat meski dinyatakan bersalah atas lebih dari 100 pelanggaran aturan keuangan Premier League. Harapan utama Man City kini berada pada proses banding dan satu argumen inti terkait sumber pendanaan yang dipersoalkan.

Komisi independen sebelumnya memutus Man City bersalah dalam seluruh dakwaan yang berkaitan dengan pelanggaran finansial selama sembilan musim. Sejumlah pelanggaran lain juga terkait kegagalan klub bekerja sama dalam proses investigasi Premier League.

Chief Executive Premier League Richard Masters menegaskan kasus tersebut menyangkut integritas kompetisi. Menurut dia, aturan yang telah disetujui klub-klub peserta harus ditegakkan secara konsisten.

"Klub secara sistematis melanggar Peraturan Premier League selama hampir satu dekade," ujar Masters, dikutip dari Four Four Two.

"Merupakan tanggung jawab utama Premier League untuk memastikan aturan yang disetujui oleh klub-klub sendiri ditegakkan demi melindungi integritas kompetisi," lanjutnya.


Argumen Pendanaan Jadi Kunci Banding

Penulis utama Man City di Manchester Evening News, Simon Bajkowski, menilai klub tidak harus membatalkan seluruh putusan untuk mengurangi ancaman hukuman. Menurut dia, titik terpenting berada pada argumen mengenai skema pendanaan.

"Kelihatannya City memiliki gunung yang harus didaki, dan memang demikian. Namun, persoalannya bukan banyak hal, melainkan pada dasarnya satu argumen inti," kata Bajkowski dalam podcast Talking City.

Dia menjelaskan kubu Man City mengklaim memiliki bukti kuat mengenai asal aliran dana yang menjadi bagian penting dari perkara.

"Bukti mereka menunjukkan uang tersebut tidak berasal dari Man City kepada sponsor lalu kembali ke pembukuan Man City. Uang itu berasal dari pemerintah Abu Dhabi kepada sponsor, kemudian sponsor membayar Manchester City. Jadi, uang itu berasal dari pemerintah Abu Dhabi, bukan dari klub, dan hal tersebut tidak melanggar aturan," ujarnya.

Argumen itu akan kembali diuji dalam proses banding. Panel baru yang terdiri atas tiga orang akan memeriksa putusan sebelumnya tanpa mengulang seluruh persidangan dari awal.


Man City Kritik Proses Perkara

Bajkowski menyebut kubu Man City terkejut dengan banyaknya putusan bersalah. Klub juga disebut memiliki sejumlah kritik terhadap proses penanganan perkara oleh Premier League.

"Ada penyebutan jika klub memiliki sejumlah kritik terhadap proses dan cara Premier League membawa seluruh perkara terhadap City, dan Anda bisa membayangkan hal itu akan kembali diangkat dalam banding," katanya.

Man City juga menyinggung apa yang mereka sebut sebagai putusan yang tidak aman. Sorotan diarahkan pada lamanya waktu antara pemeriksaan saksi dan keluarnya keputusan.

"City menyebut adanya putusan yang tidak aman. Jika membaca maksud di baliknya, proses putusan memakan waktu begitu lama. Bagaimana Anda bisa sangat yakin saksi tidak mengatakan kebenaran jika Anda mengingat kembali apa yang terjadi dua tahun sebelumnya ketika mereka memberikan keterangan?" ujar Bajkowski.

Menurut Bajkowski, Man City tetap yakin memiliki dasar dan bukti untuk menantang keputusan tersebut. Tim hukum klub mengikuti persidangan selama 11 pekan sebelum putusan dijatuhkan.

"Alasan orang-orang di City terkejut ketika dinyatakan bersalah atas begitu banyak hal adalah mereka memiliki pengalaman untuk mengetahui bagaimana sebuah perkara berjalan. Perasaan setelah 11 pekan itu jelas bukan, 'Kami kalah dalam semua dakwaan'," katanya.

Karena itu, Man City berharap panel banding dapat memberikan penilaian berbeda terhadap bukti dan proses perkara. Hasil banding nantinya akan menentukan seberapa berat hukuman yang akhirnya dijatuhkan kepada klub.

Di tengah proses tersebut, Man City tetap harus menjalani agenda Premier League. Mereka dijadwalkan bertandang ke markas Liverpool ketika kompetisi kembali bergulir setelah jeda internasional.

Topik Menarik