Teror Tanah Kuburan Bikin Warung Nunung Sepi, Makanan Tak Habis Digratiskan
JAKARTA, iNews.id – Omzet warung makan milik komedian Nunung di Solo, Jawa Tengah, mendadak merosot dalam dua hingga tiga bulan terakhir. Kondisi tersebut membuat aktivitas dapur ikut berubah karena jumlah makanan yang dimasak harus disesuaikan dengan sepinya pelanggan.
Penurunan omzet ini menjadi perhatian Nunung karena terjadi cukup drastis. Padahal, warungnya tetap menyediakan sejumlah menu andalan seperti rujak cingur dan cumi balakutak dengan bahan makanan yang dibeli segar setiap pagi.
“Turunnya sudah bangsa dua tiga bulan yang lalu. Kok kayaknya turunnya tuh betul-betul anjlok gitu lho,” beber Nunung saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Nunung pun tak tega melihat kondisi para pekerja yang ikut terdampak. Menurutnya, masih ada pelanggan yang datang, tetapi jumlahnya tidak lagi seperti sebelumnya.
“Aku juga kasihan melihat mereka pekerja-pekerja ya Allah, kasihan melihat mereka. Ya ada sih orang makan, tapi tidak seperti dulu,” tuturnya.
Makanan Tak Habis Dibuang? Nunung Pilih Bagikan Gratis
Sepinya pembeli membuat makanan yang sudah dimasak terkadang tidak habis terjual. Namun, Nunung memiliki prinsip untuk tidak menyimpan makanan tersebut dan menjualnya kembali keesokan hari.
Daripada terbuang percuma, ia meminta para karyawan mengemas makanan yang masih utuh dan layak konsumsi untuk diberikan kepada orang-orang di sekitar warung.
“Aku kan paling nggak mau kalau masih utuh makanan itu disimpan untuk dijual besok, paling nggak mau. Mending kamu bungkus bikin kardus terus bagi-bagikan ke sopir becak, tukang parkir,” imbuhnya.
Langkah tersebut menjadi cara Nunung menjaga agar makanan yang sudah dimasak tetap bermanfaat, meski kondisi bisnis sedang mengalami penurunan.
Ia juga tetap meminta karyawan menjaga kualitas makanan dan tidak mengolah kembali makanan yang sudah tersisa untuk dijual pada hari berikutnya.
Omzet Turun di Tengah Dugaan Teror Tanah Kuburan
Penurunan omzet warung Nunung terjadi bersamaan dengan munculnya dugaan teror mistis. Keluarganya sempat menemukan bungkusan yang disebut berisi tanah kuburan di sejumlah titik di sekitar warung.
Nunung mengaku tidak ingin langsung menyimpulkan bahwa penurunan pelanggan tersebut disebabkan oleh dugaan teror. Ia memilih tidak berprasangka buruk dan menyerahkan persoalan tersebut kepada Tuhan.
“Aku berdoa, ‘Ya Allah kalau memang ada kesalahan di dalam, beri petunjuk saya, akan saya benahi.’ Tapi kalau memang ada orang yang niat nggak baik dengan warung saya, ‘Ya Allah sadarkan dia.’ Udah, doaku cuma gitu aja, nggak mau suuzan,” ungkapnya.
Nunung juga menegaskan dirinya tidak tertarik mencari paranormal atau orang pintar untuk menghadapi dugaan teror tersebut.
“Daripada kita punya pikiran, ‘Ayo kita cari lawan buat gini-ginian,’ aku nggak mau. Kan banyak orang pintar gitu, ‘Ayo di sana ada Mbak Nunung.’ Ah enggak, aku nggak kayak gitu. Aku punya Allah kok, Allah itu kekuatanku,” katanya.
Kini, di tengah omzet yang belum kembali seperti semula, Nunung memilih tetap menjalankan usaha sekaligus memastikan makanan yang tidak terjual tidak berakhir sia-sia.
Makanan yang masih layak konsumsi justru diberikan gratis kepada warga sekitar, termasuk sopir becak dan tukang parkir.










