Trump Klaim Iran Tertekan Sanksi AS: Perang Segera Berakhir!
WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengulangi pernyataan bahwa perang melawan Iran segera berakhir. Dia meyakini tekanan sanksi ekonomi yang dijatuhkan AS bakal membuat para pemimpin Iran tidak mampu bertahan lebih lama.
Trump menyampaikan klaim tersebut saat berkampanye di Grand Island, Nebraska. Pernyataannya disampaikan ketika perang AS-Iran telah berlangsung selama tujuh bulan dan mulai berdampak terhadap harga bahan bakar serta kebutuhan masyarakat Amerika.
Menurut Trump, sanksi ekonomi yang sangat berat akan meningkatkan tekanan terhadap Iran. Dia meyakini para pemimpin Iran pada akhirnya tidak akan mampu menahan dampak tekanan tersebut.
Trump juga mengatakan konflik tersebut pada dasarnya sudah mendekati akhir. Namun, dia mengakui perang masih bisa berlangsung lebih lama dari perkiraan.
"Tapi ini akan segera berakhir, dan akan berakhir dengan satu atau lain cara," kata Trump, seperti dikutip Anadolu, Rabu (7/10/2026).
Trump kemudian mengaitkan berakhirnya perang dengan kondisi ekonomi di AS. Dia memprediksi harga-harga yang saat ini meningkat akibat konflik akan turun secara drastis setelah perang berakhir.
Pernyataan itu disampaikan Trump ketika harga bahan bakar minyak (BBM) di AS menjadi salah satu dampak paling nyata dari perang Iran. Kenaikan harga BBM juga berpotensi mendorong naiknya biaya berbagai barang dan kebutuhan lainnya.
Trump meminta masyarakat AS menerima kenaikan harga tersebut sebagai konsekuensi dari upaya menjaga keamanan nasional dan global.
"Dan sekali lagi, ingat, dengan perang ini, itu hanya buatan. Harga-harga agak naik. (Tapi) Itu harga murah yang harus dibayar demi keamanan dunia, keamanan negara kita," ujarnya.
Jika konflik berakhir sesuai perkiraannya, Trump mengatakan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat AS, termasuk kenaikan harga bahan bakar, akan mereda dan harga-harga akan kembali turun.










