Trump Relakan Los Angeles Dibom Iran, Gubernur California Murka: Bahaya!

Trump Relakan Los Angeles Dibom Iran, Gubernur California Murka: Bahaya!

Terkini | inews | Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:42
share

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membuat pernyataan kontroversial terkait perang melawan Iran. Dalam kampanye di Grand Island, Nebraska, Senin (5/10/2026), Trump menyebut Los Angeles dan San Diego bisa saja "dihancurkan" Iran dan menyebutnya sebagai harga yang sangat murah untuk dibayar demi keamanan.

Pernyataan tersebut langsung memicu kemarahan Gubernur California Gavin Newsom. Dia mengecam Trump setelah sang presiden menyebut dua kota besar di California tersebut dalam konteks kemungkinan serangan Iran.

"Setelah mengirim Garda Nasional dan Marinir untuk menduduki California, Donald Trump sekarang mengatakan musuh asing harus 'menghancurkan' Los Angeles dan San Diego. Dia gila dan berbahaya," kata Newsom melalui media sosial X.

Trump sebelumnya membahas lonjakan harga bahan bakar di AS yang terjadi di tengah perang dengan Iran yang telah berlangsung selama tujuh bulan. Dia meminta warga AS menerima kenaikan harga tersebut sebagai konsekuensi dari upaya menjaga keamanan nasional dan global.

"Ini harga kecil yang harus dibayar demi menjaga dunia tetap aman, menjaga negara kita tetap aman," ujar Trump, seperti dikutip Anadolu, Rabu (7Gavin Newsom. Dia mengecam Trump setelah sang presiden menyebut dua kota besar di California tersebut dalam konteks kemungkinan serangan Iran./10/2026).

Trump kemudian mengaitkan persoalan tersebut dengan kemungkinan serangan terhadap kota-kota di AS.

"Mereka bisa menghancurkan sebuah kota. Biarkan mereka menghancurkan Los Angeles. Biar mereka menghancurkan San Diego. Ini harga yang sangat murah untuk dibayar," katanya.

Pernyataan Trump tersebut mendapat sorotan luas di California. Wali Kota Los Angeles Karen Bass menyebut komentar itu berbahaya dan berpotensi mengancam keamanan warga kota.

"Presiden Amerika Serikat menyarankan negara asing menyerang Los Angeles. Pernyataannya terhadap kota kami berbahaya dan berpotensi membahayakan keselamatan kami," kata Bass.

Sementara itu, Wali Kota San Diego Todd Gloria menegaskan kotanya tidak boleh diperlakukan sebagai korban yang bisa dikorbankan dalam perang.

"San Diego bukan kerusakan tambahan. Kami bukan sesuatu yang bisa dikorbankan dan tidak pernah menjadi 'harga murah untuk dibayar'," ujarnya.

Trump sendiri mengatakan perang dengan Iran pada dasarnya sudah hampir berakhir. Namun, dia juga memperingatkan konflik tersebut masih bisa berlangsung lebih lama.

Menurut Trump, tekanan ekonomi melalui sanksi terhadap Iran pada akhirnya akan memaksa para pemimpin negara tersebut menyerah pada tekanan AS.

"Mereka mengatakan punya ambang batas rasa sakit yang besar. Mereka membutuhkannya," ujar Trump.

Dia kemudian kembali menegaskan keyakinannya bahwa konflik tersebut akan segera berakhir.

"Ini akan segera berakhir, dan akan berakhir dengan satu atau lain cara," katanya. Trump juga memprediksi harga-harga akan turun "sangat tajam" setelah perang berakhir.

Namun, sejumlah media AS mencatat belum jelas apakah pernyataan Trump mengenai kemungkinan Iran menyerang kota-kota AS tersebut didasarkan pada informasi intelijen tertentu. Los Angeles Times juga melaporkan kemampuan Iran untuk melakukan serangan rudal terhadap daratan AS masih jauh dari jelas.

Pernyataan tersebut muncul ketika Trump tengah berkampanye menjelang pemilu paruh waktu AS pada 3 November. Dalam pidatonya, persoalan mahalnya BBM menjadi salah satu isu yang dibahas Trump di hadapan pendukungnya.

Trump sebelumnya juga memerintahkan pengerahan Garda Nasional ke California dengan alasan aparat kepolisian lokal gagal menangani persoalan kriminalitas. Langkah tersebut telah memperuncing perselisihan antara pemerintah federal dan pemerintahan California.

Kini, pernyataan Trump mengenai Los Angeles dan San Diego kembali membuka pertarungan politik tersebut. Bagi para pemimpin California, ancaman serangan terhadap kota-kota mereka bukan sekadar bagian dari retorika kampanye, melainkan menyangkut keselamatan jutaan warga.

Topik Menarik