Tampil di Wina, Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri Guncang Panggung Musik Klasik Eropa
JAKARTA, iNews.id - Pianis virtuoso asal Indonesia, Alfred Young Sugiri sukses mencuri perhatian publik musik klasik saat tampil di panggung ORF Radiokulturhaus (Großer Sendesaal), Wina, Austria, Kamis (1/10/2026). Penampilan impresifnya mendapat sambutan meriah dari ribuan penonton dan berujung pada undangan untuk kembali tampil dalam rangkaian konser di Eropa tahun depan.
Alfred tampil sebagai solis utama bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok. Pertunjukan tersebut dipimpin konduktor asal Amerika Serikat, Everett McCorvey, melibatkan violinis kenamaan Maria Solozobova.
Selama sekitar 30 menit, Alfred memainkan piano secara solo bersama 40 musisi orkestra. Penampilannya berlangsung di gedung pertunjukan yang dikenal sebagai salah satu panggung musik klasik bergengsi di Wina.
Begitu nada terakhir dimainkan, auditorium berkapasitas sekitar 1.500 hingga 2.000 penonton langsung dipenuhi tepuk tangan panjang. Sejumlah penonton bahkan meneriakkan, "Bravo, bravo, bravo."
Cara Melindungi Si Kecil dari Paparan Abu Vulkanik Erupsi Anak Krakatau, AyBun Wajib Tahu!
Alfred menyalami para pemain orkestra sebelum menghadap penonton. Dia meletakkan tangan kanan di dada dan membungkukkan badan beberapa kali sebagai bentuk penghormatan.
Alfred bersama Everett McCorvey juga kembali memberikan salam terakhir dari atas panggung. Sorak-sorai penonton terus terdengar hingga keduanya meninggalkan panggung.
"Saya sangat bersyukur masih diberi kepercayaan oleh Yang Di Atas. Happy sekali. Tidak mudah untuk mendapatkan kepercayaan di panggung musik klasik Eropa, apalagi bisa tampil dan disambut sedemikian hangat di panggung megah Wina seperti ini," kata Alfred dalam keterangannya dilansir Rabu (7/10/2026).
Apresiasi tersebut membawa kabar baik bagi perjalanan karier Alfred. Dia mendapat undangan resmi untuk kembali tampil dalam rangkaian konser Eropa pada tahun depan.
Dalam tur mendatang, pianis kelahiran Bandung pada 1991 itu diproyeksikan tampil dalam format konser orkestra dan chamber music. Dia juga akan kembali dipercaya menjadi solis bersama para musisi klasik internasional.
"Ini adalah kehormatan besar bagi saya, dan undangan untuk kembali tampil di Eropa tahun depan adalah amanah yang akan saya persiapkan sebaik mungkin," kata Alfred.
Tampil Bawakan Karya Mozart
Penampilan di Wina memiliki arti khusus bagi Alfred. Kota tersebut dikenal sebagai salah satu pusat musik klasik dunia dan menjadi tempat lahir serta berkembangnya karya sejumlah maestro seperti Wolfgang Amadeus Mozart, Joseph Haydn hingga Ludwig van Beethoven.
Di panggung tersebut, Alfred membawakan karya Mozart, Mozart Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488. Kesempatan memainkan karya sang maestro di kota yang memiliki sejarah panjang dengan Mozart menjadi tantangan tersendiri.
"Wina adalah Kota Mozart, kota budaya nomor satu di dunia untuk konser. Semua komponis ternama dunia berkumpul dan membuat karya di sini. Ada sensasi ngeri juga karena ini panggung dunia dan saya memainkan karya Mozart langsung di 'rumah' Mozart—seperti halnya seorang seniman yang memainkan gamelan Bali di Tabanan," ujar Alfred.
Menurut Alfred, dukungan dari orkestra dan konduktor berpengalaman serta kesempatan tampil di gedung pertunjukan legendaris tersebut menjadi pengalaman yang sangat berarti.
"Dengan dukungan orkestra dan konduktor ternama di gedung yang melegenda, momen ini menjadi bukti bahwa musisi Indonesia mampu berdiri sejajar di kiblat musik klasik dunia," kata Alfred.
Pertunjukan di Wina merupakan panggung kedua dalam rangkaian tur Eropa Alfred. Sebelumnya, dia tampil dalam konser privat di Hungaria pada Senin (28/9/2026) malam waktu setempat.
Turunkan Berat Badan 13 Kg
Di balik penampilan di panggung Eropa, Alfred menjalani persiapan fisik yang cukup berat. Dia bahkan menurunkan berat badan hingga 13 kilogram dalam waktu sekitar 1,5 bulan.
Bagi Alfred, persiapan fisik bukan semata-mata berkaitan dengan penampilan. Kondisi tubuh yang prima dinilai penting untuk menunjang stamina, pernapasan dan konsentrasi ketika memainkan piano dalam tempo tinggi.
"Bermain piano itu pada dasarnya menyatukan tubuh, jiwa, dan otak. Jika stamina tidak fit, pernapasan saat bermain bisa terengah-engah dan mengganggu artikulasi musik," ujar Alfred.
Kondisi fisik yang lebih prima, dia berharap permainan piano dapat tetap stabil sehingga karakter musik yang dibawakan tersampaikan kepada penonton.
"Dengan stamina fisik yang prima, permainan piano jadi hidup, berkarakter, dan auranya muncul sehingga alunan iramanya mampu menghanyutkan imajinasi dan emosi pendengar," kata Alfred.
Keberhasilan menembus panggung musik klasik Eropa juga ingin dijadikan Alfred sebagai motivasi bagi generasi muda Indonesia. Dia berharap pencapaiannya dapat menunjukkan bahwa musisi Tanah Air memiliki peluang untuk tampil dan mendapat pengakuan di panggung internasional.







