3 Bocah SD Tewas di Bendungan Widara Payung, Ditemukan Setelah Air Disurutkan

3 Bocah SD Tewas di Bendungan Widara Payung, Ditemukan Setelah Air Disurutkan

Nasional | inews | Senin, 5 Oktober 2026 - 23:29
share

PRINGSEWU, iNews.id - Suasana di Bendungan Widara Payung, Pekon Podomoro, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Lampung, mendadak berubah menjadi duka. Tiga anak sekolah dasar ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di kawasan bendungan tersebut, Senin (5/10/2026) siang.

Ketiga korban yakni Zainul (7), Dafa Alfarezel (8), dan Khoirul Imam (8). Zainul dan Dafa merupakan warga Pekon Podosari, sedangkan Khoirul tercatat sebagai warga Pekon Sinar Baru, Kecamatan Sukoharjo.

Penemuan korban bermula ketika dua remaja hendak melintas di sekitar bendungan. Keduanya melihat benda berwarna merah mengapung di permukaan air. Setelah didekati, benda tersebut ternyata tubuh seorang anak.

Kedua remaja itu kemudian bergegas meminta bantuan warga. Permukiman terdekat dari lokasi berjarak sekitar 100 meter.

Warga yang datang langsung melakukan evakuasi. Zainul menjadi korban pertama yang ditemukan sekitar pukul 12.30 WIB.

Pencarian kemudian diperluas setelah warga menemukan tiga pasang sandal di sekitar bendungan. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa terdapat lebih dari satu anak yang berada di dalam air.

Warga bersama petugas kembali menyisir kawasan bendungan. Upaya pencarian dilakukan dengan membuka pintu air sehingga permukaan air perlahan surut.

Sekitar satu jam setelah korban pertama ditemukan, Dafa Alfarezel berhasil dievakuasi. Tidak lama kemudian, korban ketiga, Khoirul Imam, ditemukan sekitar pukul 13.42 WIB.

Ketiga korban selanjutnya dibawa ke Puskesmas Pringsewu untuk menjalani pemeriksaan. Polisi menduga ketiganya meninggal dunia akibat tenggelam.

Kapolsek Pringsewu Kota AKP Ramon Zamora mengatakan pihaknya masih menyelidiki secara menyeluruh rangkaian kejadian tersebut untuk memastikan penyebab kematian ketiga korban.

Setelah pemeriksaan selesai, jenazah ketiga anak diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga disebut menolak dilakukan autopsi.

Dia mengingatkan orang tua agar tidak lengah mengawasi anak ketika beraktivitas di luar rumah, terutama di sekitar lokasi perairan.

“Pengawasan orang tua sangat penting. Jangan sampai anak bermain di sekitar perairan tanpa diketahui atau tanpa pendampingan orang dewasa. Keselamatan anak harus menjadi perhatian bersama,” ucap AKP Ramon dikutip dari iNews Pringsewu.

Anak-anak yang belum memiliki kemampuan berenang juga diminta tidak bermain di bendungan, sungai, kolam, saluran irigasi, atau lokasi lain yang memiliki kedalaman dan arus yang berisiko.

Topik Menarik