Longsor Putus Jalan Desa di Pandeglang, Mobil Terpaksa Putar Balik

Longsor Putus Jalan Desa di Pandeglang, Mobil Terpaksa Putar Balik

Nasional | inews | Senin, 5 Oktober 2026 - 20:22
share

PANDEGLANG, iNews.id - Tanah longsor memutus akses jalan yang menghubungkan Desa Bojong dan Desa Geredug, Kabupaten Pandeglang, Banten. Putusnya jalan tersebut membuat aktivitas warga terganggu, termasuk para pelajar yang harus mencari jalur lain untuk berangkat ke sekolah.

Longsor terjadi di Kampung Maja Kolelet RT 12/RW 05, Desa Geredug, Minggu (4/10/2026) pukul 05.00 WIB. Kondisi jalan diketahui warga saat hendak beraktivitas ke sawah dan para pelajar akan berangkat sekolah.

Bagian jalan yang amblas memiliki panjang sekitar 5 meter dan lebar 3 meter. Material tanah dan bebatuan bersama sisa pondasi jalan ikut terbawa longsor hingga masuk ke area persawahan dan aliran sungai kecil di bawah jalan.

Mobil kini tidak dapat melintas di lokasi. Sementara sepeda motor masih dapat melewati bagian jalan yang tersisa, tetapi pengendara harus berhati-hati karena tanah di sekitar lokasi masih labil dan dikhawatirkan terjadi longsor susulan.

Jalur tersebut merupakan akses terdekat bagi warga Desa Geredug menuju pusat Kecamatan Bojong. Kondisi jalan yang terputus juga berdampak pada pelajar yang bersekolah di SMK Negeri 4 Pandeglang.

Para pelajar terpaksa menggunakan jalur alternatif melalui Desa Sodong, Kecamatan Saketi, sehingga waktu tempuh mereka menjadi lebih jauh.

Ketua RT 012/05 Kampung Maja Kolelet, Japri (56), mengatakan terputusnya akses tersebut cukup mengganggu aktivitas warga, terutama anak-anak sekolah.

"Anak-anak sekolah dari Geredug yang sekolah ke SMKN 4 Pandeglang jadi terhambat, Pak. Kalau lewat sini tidak bisa, harus muter jauh lewat Desa Sodong, Kecamatan Saketi. Kasihan anak-anak," ujar Japri saat ditemui di lokasi dikutip dari iNews Banten.

Selain digunakan sebagai akses pendidikan, jalan tersebut menjadi jalur warga untuk menuju lahan pertanian dan menjalankan kegiatan ekonomi sehari-hari.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat longsor terjadi, tidak ada warga yang sedang melintas di titik jalan yang amblas.

Setelah menerima laporan, Kapolsek Bojong Iptu Edi Rumana bersama personel Polsek Bojong, Babinsa Koramil Bojong, dan Muspika Kecamatan Bojong mendatangi lokasi untuk memeriksa kondisi jalan.

Petugas kemudian melakukan dokumentasi dan memasang garis polisi di sekitar lokasi longsor. Koordinasi dilakukan dengan pemerintah desa, kecamatan, serta instansi terkait untuk menentukan penanganan selanjutnya.

Kapolsek Bojong Iptu Edi Rumana mengingatkan warga agar tidak mendekati bibir longsoran karena kondisi tanah masih labil.

"Kami sudah cek TKP bersama Muspika, kami sudah pasang Police Line, dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan Muspika untuk penanganan lebih lanjut. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Edi.

Sementara waktu, warga diarahkan menggunakan jalur alternatif melalui Desa Sodong, Kecamatan Saketi hingga jalan yang terdampak dapat diperbaiki.

"Kami mengimbau warga untuk tetap berhati-hati dan waspada, serta tidak memaksakan diri melintas di bibir longsor. Untuk sementara, warga kami imbau menggunakan jalan alternatif melalui Desa Sodong, Kecamatan Saketi, sampai ada perbaikan dari pihak terkait," ujarnya.

Polsek Bojong telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Pandeglang, Dinas PUPR Kabupaten Pandeglang, Pemerintah Desa Geredug, dan Kecamatan Bojong untuk penanganan darurat serta rencana perbaikan.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki jalan tersebut karena akses ini memiliki peran penting bagi kegiatan pendidikan, pertanian, dan perekonomian masyarakat.

Hingga Senin (5/10/2026), titik longsor masih dipasangi garis polisi. Warga juga diminta tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan.

Topik Menarik