Antonio Conte Beri Kode soal Klub Baru yang Dituju, Juventus atau MU?
TURIN, iNews.id – Antonio Conte memberi kode soal klub baru yang ingin dia latih setelah meninggalkan Napoli. Pelatih asal Italia itu menginginkan klub bersejarah yang sedang berusaha mengembalikan kejayaan, di tengah rumor yang mengaitkannya dengan Juventus dan Manchester United (MU).
Conte saat ini belum memiliki klub setelah meninggalkan Napoli pada musim panas lalu. Dia mengakhiri perjalanan selama dua tahun dengan torehan satu gelar Liga Italia dan satu Piala Super Italia.
Mantan pelatih Chelsea tersebut kini menunggu proyek yang sesuai dengan ambisinya. Salah satu pertimbangan utama Conte adalah sejarah klub serta tuntutan untuk kembali bersaing memperebutkan trofi.
"Jika Anda pergi ke klub yang sejarahnya berbicara sendiri, sejarah yang dipenuhi trofi, gelar liga dan kemenangan, Anda hanya bisa menghormati sejarah tersebut dengan satu cara: memiliki ambisi untuk membawa klub itu kembali, jika saat ini belum berada di sana, untuk berjuang mencapai target-target tersebut," kata Conte dalam wawancara dengan The Athletic.
Conte menyadari hanya ada satu tim yang bisa menjadi juara setiap musim. Meski demikian, dia menilai seorang pelatih harus mampu menanamkan keyakinan kepada pemain, suporter dan jajaran manajemen untuk mengejar kesuksesan.
"Saya tahu betul hanya satu tim yang bisa menang setiap tahun, tetapi saya harus membawa dalam hati saya, dan menanamkannya ke hati para penggemar, pemain dan direktur saya, percikan itu, harapan yang membuat Anda berkata, 'Sial, kita bisa menang'," ujarnya.
"Bahkan jika hanya satu persen, tetapi itu harus menjadi satu persen yang bisa berubah menjadi 70, 80 atau bahkan 100 persen. Itu tergantung bagaimana Anda menyampaikannya," lanjut Conte.
Conte Ingin Bangkitkan Klub Bersejarah
Conte menilai pelatih memegang peran penting dalam membangun mentalitas tersebut. Pesan mengenai ambisi klub harus diteruskan setiap hari kepada semua elemen, bukan hanya pemain.
"Pelatih itu penting karena dia menyampaikan pesan tersebut setiap hari. Dia berinteraksi setiap hari dengan semua orang: stafnya, tukang pijat, petugas perlengkapan, fisioterapis, petugas lapangan, semua orang yang perlu dilibatkan dan merasa menjadi bagian dari dorongan untuk menciptakan sejarah, dan Anda hanya menciptakan sejarah dengan kemenangan," tuturnya.
Conte kemudian mengungkap karakter klub yang menarik perhatiannya. Dia ingin menangani tim dengan tradisi besar yang dinilainya mulai kehilangan hubungan dengan sejarah kesuksesan mereka.
"Ada banyak klub yang agak kehilangan pandangan terhadap sejarah mereka. Saya ingin pergi ke salah satu klub tersebut untuk membersihkan debu dari sejarah itu dan membuatnya bersinar kembali," ucap Conte.
"Klub yang memiliki tekanan, tempat di mana pada akhirnya Anda tahu betul Anda tidak datang hanya untuk berpartisipasi, tetapi untuk bersaing," katanya.
Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Conte belakangan dikaitkan dengan Juventus dan Manchester United. Kendati demikian, dia tidak secara langsung menyebut salah satu dari dua klub tersebut sebagai tujuan berikutnya.
Juventus Bukan Tempat Asing bagi Conte
Conte memiliki sejarah panjang bersama Juventus. Dia melatih Bianconeri pada 2011 hingga 2014 dan mempersembahkan tiga gelar Serie A secara beruntun, sekaligus mengawali kebangkitan klub setelah skandal Calciopoli pada 2006.
Comeback Dramatis! AS Roma Capolista Serie A usai Bungkam Atalanta lewat Dua Gol Menit Akhir
Sebelum menjadi pelatih, Conte juga pernah memperkuat Juventus sebagai pemain. Dia meraih 12 trofi bersama klub asal Turin tersebut, termasuk Liga Champions 1996.
Inggris juga bukan wilayah baru bagi Conte. Dia pernah menangani Chelsea dan Tottenham Hotspur. Bersama Chelsea, dia berhasil memenangkan Premier League dan Piala FA.
Conte bahkan membuka kemungkinan menerima pekerjaan ketika musim sudah berjalan jika tawaran tersebut dianggap sepadan. Dia juga tidak menutup pintu untuk kembali bekerja di sepak bola Inggris.
"Di Inggris sekarang mereka menggunakan bazoka, sementara di tempat lain masih menggunakan pistol," ujar Conte.
"Tetapi kita juga harus berhati-hati mengenai bagaimana uang dibelanjakan. Itu sebabnya sebelumnya kita berbicara tentang membuat penilaian yang tepat, memiliki visi, karena Anda mungkin memiliki uang, tetapi Anda harus membelanjakannya dengan bijak," katanya.










