Marc Marquez Antarkan Kemenangan Ke-100 Ducati, tapi GP15 Tetap di Hati Gigi DallIngna
MOTEGI – Pabrikan asal Borgo Panigale, Ducati, baru saja mencatatkan sejarah gemilang di ajang MotoGP. Kemenangan fantastis yang dipersembahkan oleh Marc Marquez di Sirkuit Motegi, Jepang, menandai kemenangan ke-100 Ducati di bawah kepemimpinan direktur teknis brilian, Gigi Dall’Ingna.
Kendati ratusan podium dan kemenangan telah diraih, Dall’Ingna secara terbuka mengakui bahwa motor yang paling berkesan dan menduduki tempat spesial di hatinya bukanlah motor juara dunia. Bagi sang insinyur, Desmosedici GP15 adalah mahakarya emosional yang menyimpan arti paling mendalam sepanjang kariernya bersama Ducati.
1. Titik Balik Desmosedici GP15
Dall’Ingna bergabung dengan Ducati dari Aprilia pada penghujung tahun 2013 dalam kondisi terpuruk. Melalui perombakan radikal yang ia pimpin, Desmosedici perlahan bangkit dan kembali merasakan panggung podium pada musim 2014.
Comeback Dramatis! AS Roma Capolista Serie A usai Bungkam Atalanta lewat Dua Gol Menit Akhir
GP15 kemudian lahir sebagai motor pertama yang dikembangkan secara utuh di bawah visi teknis sang insinyur. Walaupun belum pernah mengecap manisnya kemenangan di seri balap, motor tersebut tampil kompetitif dengan menyumbangkan sembilan podium.
Capaian tersebut mencakup lima kali finis di posisi runner-up melalui aksi gigih Andrea Dovizioso, Andrea Iannone, dan Danilo Petrucci sepanjang musim 2015.
"Jujur, mesin 2015 adalah yang paling penting, karena dengan motor itu kami membuat langkah nyata yang sesungguhnya," ungkap Dall’Ingna, mengutip dari Crash, Senin (5/10/2026).
Dall’Igna juga menambahkan tekanan yang begitu besar pada masa itu membuat motor tersebut tetap berada di dalam hatinya melebihi semua mesin yang lain, meskipun kejuaraan dunia pertama tentu tetap memegang peran penting.
2. Era Keemasan
Setelah fondasi kuat diletakkan oleh GP15, Andrea Iannone akhirnya mempersembahkan kemenangan perdana di era Dall'Ingna pada tahun 2016. Perjalanan panjang tersebut berbuah manis ketika Francesco Bagnaia sukses mengakhiri puasa gelar Ducati pada 2022, sekaligus membuka era di mana Ducati mendominasi takhta juara dunia pembalap setiap musimnya.
Kini, di tengah perburuan gelar juara dunia kelas 1000cc terakhir melawan Aprilia, Marc Marquez dan para pembalap Ducati terus berjuang mengamankan kejayaan lanjutan. Dall'Ingna pun memberikan apresiasi tinggi kepada Marquez yang dinilai tampil luar biasa dan melakukan segalanya dengan benar di balapan-balapan terakhir.
Bagnaia sendiri, yang telah menyumbangkan 31 kemenangan sebagai kontribusi terbanyak bagi sejarah abadinya Ducati, tetap menjadi pilar penting meskipun harus puas finis di posisi kedelapan pada balapan di Jepang.









