Bentrokan Konvoi Perguruan Silat dan Warga di Sidoarjo, 1 Pemuda Terluka
SIDOARJO, iNews.id - Seorang pemuda menjadi korban pengeroyokan setelah tertinggal dari rombongan konvoi salah satu perguruan silat di Jalan Raya Trosobo, Desa Kramat Jegu, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu (3/10/2026) dini hari. Korban mengalami luka sobek di bagian kening setelah terjebak di tengah bentrokan antara massa konvoi dan warga.
Bentrokan terjadi sekitar pukul 01.00 WIB. Polisi mendapat laporan dari masyarakat dan memantau siaran TikTok Live yang memperlihatkan rombongan konvoi perguruan silat melintas di wilayah Kecamatan Taman.
Kapolsek Taman Kompol Bagus Kurniawan bersama perwira pengendali (Padal), personel patroli, dan Reskrim langsung menuju lokasi untuk mengendalikan situasi. Setibanya di Jalan Raya Trosobo, tepatnya di depan PT Mega Baja, petugas mendapati ruas jalan dipenuhi massa dari Desa Trosobo dan Kramat Jegu.
“Begitu mendapatkan informasi adanya bentrokan, kami langsung bergerak ke lokasi untuk mengamankan situasi dan mencegah bentrokan meluas,” ujar Bagus dikutip dari iNews Sidoarjo, Minggu (4/10/2026).
Semuel Taliisan Dorong APBD-P Talaud Prioritaskan Honorer, Layanan Rumah Sakit, dan Armada Damkar
Di tengah kerumunan, polisi menemukan seorang pria dalam kondisi terluka. Petugas kemudian berupaya mengevakuasinya menggunakan mobil patroli.
Proses evakuasi sempat berlangsung tegang karena sejumlah massa masih mengejar korban. Polisi akhirnya menghalau kerumunan agar korban dapat dibawa keluar dari lokasi.
“Korban mengalami luka sobek pada bagian kening. Kami langsung melakukan evakuasi dan membawa korban ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis,” katanya.
Karena Jalan Raya Trosobo masih dipenuhi massa, polisi membawa korban melalui jalur alternatif, yakni Jalan Raya Desa Tanjungsari menuju Puskesmas Taman.
Korban diketahui berinisial YP (25), warga Ambulu, Jember, yang selama ini tinggal di sebuah rumah kos di Kecamatan Sukodono. Setelah mendapatkan perawatan, YP diketahui masih dalam kondisi terpengaruh alkohol dan diamankan sementara sebelum diserahkan kepada keluarganya.
Berdasarkan pemeriksaan awal, YP mengaku sebelumnya berkumpul bersama rombongan perguruan silat di sebuah warung kopi di sekitar Korem. Mereka disebut tengah menggalang dana untuk membantu rekannya yang menjadi korban pembacokan di Kecamatan Buduran.
Setelah kegiatan tersebut selesai, YP bersama sekitar 50 orang lainnya kemudian melakukan konvoi sepeda motor menuju arah Krian.
Saat melintas di Jalan Raya Trosobo, rombongan terlibat bentrokan dengan warga. Situasi membuat rombongan tercerai-berai dan sebagian berusaha melarikan diri ke arah Krian.
YP tidak berhasil mengikuti rombongan karena akses jalan tertutup massa. Dia akhirnya tertinggal dan menjadi sasaran pemukulan hingga mengalami luka di bagian kening.
“Dari keterangan korban, saat itu rombongan kocar-kacir. Korban tidak dapat melarikan diri karena jalan tertutup massa dan kemudian mengalami pemukulan,” kata Bagus.
Setelah kejadian, Polsek Taman meningkatkan patroli untuk mengantisipasi bentrokan susulan. Sekitar pukul 03.30 WIB, Kapolsek bersama Padal dan personel patroli kembali memantau situasi di sepanjang Jalan Raya Trosobo.
Hasil pemantauan menunjukkan kondisi berangsur kondusif. Massa telah meninggalkan lokasi dan arus lalu lintas kembali sepi.
Sementara itu, sepeda motor milik YP yang sempat diamankan di Polsek Taman setelah diserahkan warga kemudian dijemput keluarganya. Sekitar pukul 04.30 WIB, YP bersama sepeda motornya dibawa pulang oleh pihak keluarga.










