5 Personel Polda Jatim Masuk Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 8 Minusca, Siapa Saja?
SURABAYA, iNews.id - Lima personel Polda Jawa Timur terpilih memperkuat Kontingen Garuda Bhayangkara Formed Police Unit (FPU) 8 Minusca. Mereka akan bertugas dalam misi pemeliharaan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah atau Central African Republic (CAR).
Kelima personel tersebut akan membawa nama Indonesia, Polri, dan Polda Jatim dalam menjalankan tugas pada misi internasional di bawah mandat PBB.
Berikut lima personel Polda Jatim yang terpilih menjadi bagian dari Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 8 MINUSCA:
1. Ipda Dwi Adianto, S.H.
2. Brigpol Herlambang Priyo Trapsilo, S.H., M.H.
3. Brigpol Bagus Firmansyah Aditya, S.Kep., Ns.
4. Brigpol Farhana Rizka Isnaini, S.M.
5. Brigpol Wininda Puspita Hapsari Langgeng, S.H.
Kelima personel tersebut tidak langsung diberangkatkan ke wilayah misi. Mereka terlebih dahulu menjalani serangkaian pelatihan dan pembinaan intensif untuk mempersiapkan kemampuan individu sekaligus membangun soliditas sebagai satu kesatuan FPU.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast mengatakan, para personel telah melewati berbagai tahapan persiapan sebelum menjalankan tugas di wilayah misi.
"Mereka telah mengikuti berbagai tahapan persiapan untuk memastikan kesiapan yang matang, baik dari aspek kemampuan individu maupun soliditas sebagai satu kesatuan Formed Police Unit," ujar Kombes Pol Abast, Jumat (2/10/2026).
Salah satu tahapan utama yang harus dijalani adalah Pre-Deployment Training (PDT) FPU 8 MINUSCA. Pelatihan tersebut dilaksanakan dalam tiga tahap dengan durasi masing-masing 40 hari, 52 hari, dan 30 hari.
Selama mengikuti pelatihan, kelima personel mendapatkan materi yang berkaitan dengan kemampuan taktis dan operasional untuk mendukung pelaksanaan tugas di wilayah penugasan.
Materi tersebut mencakup Police Tactics and Techniques, Public Order Management, Firearms Training, Tactical Driving, serta fungsi operasional dan logistik.
Mereka juga dibekali sejumlah kemampuan khusus yang diperlukan dalam struktur FPU. Pelatihan tersebut meliputi Minpers, Liaison Officer, General Affair, Duty Officer, tim medis, SWAT, sniper, hingga instruktur FPU.
Kemampuan berkomunikasi juga menjadi bagian dari persiapan. Para personel mendapatkan pelatihan bahasa Prancis karena bahasa tersebut digunakan di wilayah penugasan, sehingga diharapkan dapat menunjang komunikasi dan koordinasi selama menjalankan misi.
Selain pelatihan teknis, persiapan kontingen juga mencakup sejumlah agenda strategis. Di antaranya Joint Training Polwan dan RCMP, Pre-AOC, Assessment of Operational Capability, Command Staff Training, Leadership Training, Ground Handling, serta team building.
"Persiapan ini juga mencakup agenda strategis lainnya, seperti Joint Training Polwan dan RCMP, Pre-AOC, Assessment of Operational Capability, Command Staff Training, Leadership Training, hingga kegiatan Ground Handling dan team building," kata Kombes Abast.
Setelah seluruh rangkaian persiapan selesai, kontingen menjalani sejumlah tradisi pelepasan sebelum diberangkatkan ke Republik Afrika Tengah. Tradisi tersebut antara lain Jalan Juang, upacara pembaretan, dan upacara penutupan resmi.
Keikutsertaan lima personel Polda Jatim dalam Kontingen Garuda Bhayangkara FPU 8 MINUSCA menjadi bagian dari penugasan Polri dalam mendukung misi pemeliharaan perdamaian dunia di bawah mandat PBB.
"Mereka membawa nama besar Polri dan Polda Jatim dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini. Kami berharap seluruh personel dapat menunaikan tugas dengan profesional, disiplin, dan penuh rasa tanggung jawab," ucapnya.
Kelima personel Polda Jatim tersebut selanjutnya akan menjalankan tugas dalam misi internasional di Republik Afrika Tengah dengan membawa nama Indonesia, Polri, dan Polda Jatim.










