Kronologi Bocah SD di Pemalang Tewas Diduga Di-bully Kakak Kelas

Kronologi Bocah SD di Pemalang Tewas Diduga Di-bully Kakak Kelas

Nasional | inews | Jum'at, 2 Oktober 2026 - 20:04
share

PEMALANG, iNews.id – Duka menyelimuti dunia Pendidikan Kabupaten Pemalang. Seorang siswa SD negeri 1 Kebondalem, Muhammad Hasbi Al Aqib, meninggal dunia diduga menjadi korban perundungan (bullying) kakak kelas. 

Bocah kelas 2 SD itu meninggal dunia pada Rabu (30/9/2026) sore, setelah sempat menjalani perawatan di RSUD dr M Ashari Pemalang selama sembilan hari akibat luka parah yang dideritanya.

Ibu korban, Diah Indriyanti, mengatakan anaknya sempat mengeluhkan sakit pada bagian perut sebelum menjalani perawatan di rumah sakit. 

“Saya baru tahu itu kemarin-kemarin, tadi ibu-ibu bilang katanya Aqib memang dipukul oleh kakak kelas. Saya dan suami sudah klarifikasi ke sekolah,” kata Diah, 
Jumat (2/10/2026). 

Menurut keluarga, korban kemudian sempat menunjukkan orang-orang yang diduga melakukan kekerasan terhadap dirinya. 

Kasat Reskrim Polres Pemalang, AKP Faizal Wildan mengatakan, polisi menerima informasi dari masyarakat mengenai seorang anak yang meninggal dunia dan diduga mengalami tindakan kekerasan. 

Dugaan tersebut muncul setelah keluarga mendapat cerita dari korban bahwa dirinya diduga dipukul oleh sejumlah kakak kelas di sekolah.

“Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari penyelidikan untuk memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian korban,” kata Faizal. 

Selain memeriksa sejumlah saksi, kata dia, tim Biddokkes Polda Jawa Tengah juga melakukan autopsi jenazah korban di RSUD dr M Ashari Pemalang. “Pagi ini kami sudah melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban,” ucapnya.

Namun, polisi belum menyimpulkan adanya hubungan antara dugaan kekerasan tersebut dengan penyebab kematian korban. Seluruh informasi masih didalami melalui pemeriksaan saksi dan hasil pemeriksaan forensik.

Setelah proses autopsi selesai, jenazah korban diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

Polres Pemalang masih melanjutkan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi serta berkoordinasi dengan pihak terkait. Jika ditemukan unsur pidana, perkara akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pemerintah Kabupaten Pemalang juga menyatakan telah menerima informasi mengenai dugaan kekerasan tersebut. 

Pelaksana Tugas Bupati Pemalang Nurkholes menegaskan pemerintah tidak menoleransi tindakan perundungan maupun kekerasan di lingkungan sekolah.

“Yang jelas pemerintah tidak menolerir adanya bullying atau perundungan dan kita harap kejadian ini yang terakhir,” ujar Nurkholes. 

Topik Menarik