Edukasi Menstruasi Penting untuk Remaja Perempuan, Bukan Sekadar Pembalut!

Edukasi Menstruasi Penting untuk Remaja Perempuan, Bukan Sekadar Pembalut!

Gaya Hidup | inews | Jum'at, 25 September 2026 - 13:09
share

JAKARTA, iNews.id - Menstruasi merupakan proses alami yang dialami perempuan, tetapi pembahasan mengenai siklus bulanan ini masih kerap dianggap tabu. Kondisi tersebut membuat sebagian remaja perempuan tumbuh dengan informasi yang terbatas mengenai kesehatan menstruasi dan reproduksi.

Padahal, pemahaman yang memadai mengenai menstruasi menjadi bagian penting dari kesehatan perempuan. Edukasi tidak hanya membantu remaja memahami perubahan yang terjadi pada tubuhnya, tetapi juga dapat membangun rasa percaya diri serta mendorong mereka mengambil keputusan yang tepat terkait kesehatan.

Head of Communications & Corporate Affairs Kimberly-Clark Softex Indonesia, Febrina Herlambang, mengatakan kesehatan menstruasi tidak semata-mata berkaitan dengan kebersihan atau penggunaan produk pembalut.

Menurut dia, aspek pengetahuan, dukungan lingkungan, kesehatan, hingga kemampuan perempuan memahami kondisi tubuh juga menjadi bagian penting dalam kesehatan menstruasi.

"Peningkatan kesehatan menstruasi tidak hanya tentang penyediaan produk pembalut yang baik, namun juga membutuhkan edukasi berkelanjutan, sistem dukungan komunitas yang kuat, serta kolaborasi antarsektor untuk menciptakan dampak jangka panjang yang berkelanjutan," ujar Febrina dalam keterangannya, Jumat (25/9/2026).

Menstruasi Masih Dianggap Tabu

Febrina menilai salah satu tantangan yang masih dihadapi adalah belum terbukanya ruang percakapan mengenai menstruasi dan kesehatan reproduksi dalam kehidupan sehari-hari.

Kondisi tersebut membuat edukasi mengenai menstruasi perlu diberikan secara berkelanjutan dengan bahasa yang mudah dipahami dan dekat dengan pengalaman sehari-hari remaja maupun perempuan.

Edukasi juga dinilai dapat membantu mengurangi stigma yang selama ini melekat pada menstruasi. Dengan informasi yang tepat, perempuan diharapkan tidak lagi merasa malu ketika membicarakan persoalan yang berkaitan dengan siklus menstruasi maupun kesehatan reproduksinya.

"Isu menstruasi dan kesehatan reproduksi masih belum selalu mudah dibicarakan secara terbuka dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, edukasi perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan pendekatan yang relevan dan mudah dipahami oleh masyarakat," katanya.

Menurut Febrina, tantangan kesehatan perempuan juga tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Dukungan keluarga, komunitas, tenaga kesehatan, lembaga sosial, hingga sektor swasta dibutuhkan untuk menciptakan lingkungan yang memungkinkan perempuan memperoleh informasi dan dukungan yang memadai.

"Tantangan kesehatan perempuan membutuhkan kerja sama dengan berbagai pihak. Perusahaan dapat berkontribusi dengan menyediakan dukungan, sumber daya, serta membantu memperluas percakapan," ujarnya.

Edukasi Menstruasi Perlu Menjangkau Komunitas

Salah satu upaya yang dilakukan Kimberly-Clark Softex Indonesia bersama Project HOPE, Yayasan Project HOPE, dan RISE Foundation dilakukan melalui program HER WAY (Healthy, Educated, and Resilient Wellbeing for Every Adolescent Girl and Young Woman).

Program tersebut mencakup edukasi, penguatan kapasitas, serta pelibatan komunitas untuk memperluas akses perempuan terhadap informasi dan dukungan terkait kesehatan menstruasi, kesehatan ibu, hingga kesehatan mental.

Febrina mengatakan pendekatan berbasis edukasi dan komunitas diharapkan dapat membuat pembahasan mengenai kesehatan perempuan menjadi lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

"Melalui edukasi berkelanjutan dan kemitraan yang kuat, kami bertujuan untuk membantu menghilangkan stigma, serta memastikan setiap perempuan memiliki akses terhadap pengetahuan, dukungan, dan layanan kesehatan yang layak mereka dapatkan," pungkasnya.

Topik Menarik