IJTI Beri Penghargaan ke 5 Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi, Ini Daftarnya

IJTI Beri Penghargaan ke 5 Tokoh Pendorong Keterbukaan Informasi, Ini Daftarnya

Terkini | inews | Jum'at, 25 September 2026 - 11:29
share

JAKARTA, iNews.id - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) memberikan penghargaan kepada lima tokoh yang dinilai berkontribusi dalam mendorong keterbukaan informasi. Penghargaan tersebut diberikan dalam agenda Simposium dan Apresiasi IJTI 2026.

Kegiatan tersebut menjadi ajang untuk mengkaji arah jurnalisme di tengah disrupsi sekaligus memberikan penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memberikan kontribusi bagi masyarakat dan ekosistem jurnalisme.

Ketua Umum IJTI, Herik Kurniawan menyebut lima tokoh penerima penghargaan dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat literasi, pelayanan publik, hingga ekosistem jurnalisme.

Kelima penerima Apresiasi IJTI 2026 yakni Direktur Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal & Informal Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, sebagai Tokoh Transformasi Pendidikan dan Literasi Digital.

Kemudian, Kapolda Kepulauan Riau Irjen Asep Safrudin sebagai Tokoh Penguatan Ekosistem Jurnalisme dan Keterbukaan Informasi. Selanjutnya, Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing sebagai Tokoh Pelayanan Publik dan Kemitraan Media.

Lalu Bupati Malinau Wempi W. Mawa mendapat penghargaan sebagai Tokoh Penguatan Literasi Informasi dan Transformasi Digital. Sementara (Alm) Ivan Haris Prikurnia menerima penghargaan sebagai Tokoh Lifetime Achievement.

"Apresiasi ini diberikan kepada mereka yang memiliki kontribusi besar terhadap dunia jurnalisme, khususnya bagi IJTI dan masyarakat. Para penerima penghargaan adalah mereka yang mampu memberikan informasi secara jelas, jernih, terbuka, dan relevan bagi publik melalui kontribusi dan kerja mereka di bidang masing-masing," kata Herik dalam keterangannya, Kamis (24/9/2026).

Herik menekankan pentingnya peran sumber informasi yang kredibel di tengah derasnya arus informasi saat ini.

"Kita memahami bahwa saat ini kita berada di era keterbukaan, ketika arus informasi berkembang sangat cepat dan luas. Karena itu, publik membutuhkan informasi yang akurat, relevan, dan dapat dipercaya dari sumber yang memiliki kompetensi dan otoritas. Kami berharap penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus penyemangat agar para penerima terus memberikan kontribusi terbaik," ujarnya.

Selain penyerahan penghargaan, Simposium dan Apresiasi IJTI 2026 yang mengusung tema "Jurnalisme Berkelanjutan di Era Disrupsi: Menjaga Integritas, Memperkuat Dampak Sosial" juga menghadirkan sesi diskusi.

Empat narasumber dari berbagai latar belakang turut hadir, yakni Anggota KPI Pusat Analisa, Senior IJTI sekaligus Akademisi Universitas Tarumanagara M Gafar Yoedtadi, Sekretaris Jenderal IJTI Usmar Almarwan, dan Jurnalis Senior Wens Mangut.

Para narasumber menyoroti pentingnya menjaga integritas jurnalisme dan kolaborasi antarelemen bangsa dalam menciptakan ekosistem informasi yang sehat bagi masyarakat.

Herik berharap Simposium dan Apresiasi IJTI 2026 menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya sinergi antara pers, pemerintah, penegak hukum, dan masyarakat dalam merawat demokrasi serta mendorong kemajuan bangsa.

"Lebih dari itu, kami berharap apa yang telah dilakukan dapat menginspirasi banyak pihak untuk turut mendorong keterbukaan informasi di Indonesia. Sekali lagi, selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Semoga apresiasi ini menjadi motivasi untuk terus berkontribusi bagi jurnalisme dan masyarakat Indonesia," tutupnya.

Topik Menarik