Menkeu Suahasil Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5,5 di Semester II 2026, Ini Pendorongnya

Menkeu Suahasil Pede Ekonomi RI Tumbuh di Atas 5,5 di Semester II 2026, Ini Pendorongnya

Terkini | inews | Jum'at, 25 September 2026 - 12:16
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Suahasil Nazara optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester II-2026 bisa menembus 5,5. Pemerintah melihat sejumlah indikator domestik masih menunjukkan daya tahan ekonomi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

"Proyeksi pertumbuhan kita masih lihat bahwa saya yakin di Q3, Q4, di setengah tahun kedua ini, kita masih bisa tumbuh di atas 5,5 persen. Dan ini merupakan pertumbuhan yang cukup baik," kata Suahasil dalam konferensi pers di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Pemerintah juga tetap membidik percepatan pertumbuhan ekonomi menuju level 6. Suahasil mengatakan target tersebut tetap menjadi aspirasi pemerintah dengan mempertimbangkan perkembangan ekonomi global dan aktivitas domestik."Kalau aspirasi kita menuju 6 persen. Kondisi dunianya seperti ini kita lihat bagaimana gerak ekonomi Indonesia," ujarnya.

Menurut Suahasil, ketahanan ekonomi nasional terlihat dari sejumlah indikator, mulai dari inflasi hingga pertumbuhan ekonomi dan penyaluran kredit perbankan.

"Tapi sangat resilien kalau inflasinya 3,19 persen, kalau yang namanya pertumbuhan Q1-nya 5,45 persen, kalau pertumbuhan kreditnya di sekitar 13 persen. ini adalah indikator-indikator yang baik buat fundamental kita," tegas Suahasil.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 secara tahunan pada kuartal I-2026. Pada kuartal II-2026, pertumbuhan ekonomi tercatat 5,29 secara tahunan. Secara kumulatif, ekonomi Indonesia pada semester I-2026 tumbuh 5,45.

Capaian tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam melihat prospek pertumbuhan pada paruh kedua 2026. Suahasil menilai kondisi fundamental domestik masih cukup kuat untuk menjaga momentum ekonomi.

Selain indikator pertumbuhan, inflasi juga menjadi perhatian pemerintah. Bank Indonesia mencatat inflasi IHK pada Agustus 2026 sebesar 3,19 secara tahunan, masih berada dalam sasaran inflasi 2,5 plus atau minus 1. Di sektor keuangan, Suahasil menyoroti pertumbuhan kredit perbankan yang berada di kisaran 13 sebagai salah satu indikator pendukung aktivitas ekonomi.

Pemerintah juga memastikan pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap berjalan dan dievaluasi secara berkala. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

"APBN-nya berjalan dengan baik, dengan yang selalu tiap bulan kita lakukan," pungkas Suahasil.

Topik Menarik