Penyelenggara Konser Besar di 7 Negara Bentuk Asosiasi (APIMFA), Ini Program Kerjanya
IDXChannel—Industri musik Asia Pasifik terus menunjukkan tren perkembangan seiring berkembangnya dunia musik dan jaringan industri. Hal ini mendorong tujuh negara di kawasan tersebut untuk membentuk Asia Pacific International Music Festival Association (APIMFA).
Negara yang tergabung dalam APIMFA antara lain Indonesia, China, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Thailand, Singapura, dan Australia. Dalam peluncuran APIMFA, Indonesia diwakili oleh Dewi Gontha (Java Jazz Festival/Java Festival Production) dan Donny Hery (LaLaLa Festival).
Sementara China diwakili Shen Yue (Modern Sky dan Strawberry Music Festival), Jepang diwakili oleh Yuta Nomura (CUEW Showcase and Conference), Korea Selatan diwakili Kwangmin Seo (Zandari Festa), Taiwan diwakili oleh Chris Liu (FIREBALL Fest), Thailand diwakili Sarun (Bangkok Music City).
Kemudian Singapura diwakili Row One Asia (Live Out Loud) dan Australia diwakili oleh Untitled Group (Beyond The Valley, Pitch Music & Arts, Wildlands, dan Ability Fest).
Momen peluncuran resmi APIMFA diselenggarakan di panggung LaLaLa Festival Jakarta 2026. Asosiasi ini diproyeksikan menjadi titik temu strategis bagi para pelaku industri musik di seluruh kawasan Asia Pasifik.
Langkah ini sekaligus membuka ruang baru untuk mempererat jejaring lintas negara, memperluas akses bagi musisi maupun pendengar, serta memicu pertukaran pengetahuan antarpenyelenggara festival.
Founder APIMFA, Donny Heru, menegaskan peran vital asosiasi ini bagi lanskap musik kawasan. Menurutnya, Asia Pasifik menjadi satu kawasan penting bagi perkembangan industri live music. Dengan adanya APIMFA, bisa mempermudah berbagai kolaborasi sektor dari mulai touring, pertukaran artis hingga membangun standar industri baru.
“Asia Pasifik berada pada titik penting dalam perkembangan industri live music. Dengan menghubungkan festival-festival dalam satu jejaring, kami tidak hanya ingin mempermudah touring dan pertukaran artis, tetapi juga membangun standar industri baru dalam hal keamanan, keberlanjutan, dan dampak lintas budaya,” ujar Donny, dalam keterangan resminya.
Semangat kolaborasi ini juga mendapat sambutan hangat dari para penggerak festival internasional di luar keanggotaan pendiri. Johnnie Moylett dari Fuji Rock Festival, Jepang, menilai kehadiran APIMFA sangat krusial bagi ekosistem saat ini.
“Kolaborasi lintas market menjadi semakin penting bagi perkembangan industri festival di Asia Pasifik. Setiap market memiliki karakter, audiens, dan cara masing-masing dalam membangun pengalaman festival. Melalui APIMFA, kita memiliki kesempatan untuk saling berbagi pengalaman, membuka koneksi baru, dan menciptakan kolaborasi yang dapat memperkaya ekosistem musik di kawasan ini,” tutur Johnnie.
Tidak sekadar menjadi wadah berkumpul (networking), APIMFA merancang empat program utama yang siap direalisasikan secara konkret. Pertama adalah cross market collaboration untuk nendorong integrasi sumber daya, pertukaran wawasan kuratorial, hingga aksi promosi silang antar-festival anggota.
Program kedua adalah artist exchange program yang membuka jalan bagi para musisi untuk menggelar tur dan tampil di panggung festival berbagai negara Asia Pasifik demi menjangkau basis penggemar yang lebih luas. Ketiga, PR and Communications Support yang enyediakan sistem pengumuman regional, media toolkit, dan saluran komunikasi terpadu untuk mendongkrak visibilitas festival maupun musisi yang terlibat.
Keempat adalah annual conference and showcase sestival sebagai elaran tahunan bergilir di berbagai kota Asia Pasifik yang menghadirkan diskusi panel industri, lokakarya, sesi jejaring, hingga panggung showcase bagi musisi potensial.
Lebih lanjut, APIMFA juga berencana merilis laporan tahunan bertajuk “Asia Pacific Festival Industry Report”. Laporan ini bakal membedah tren audiens, kemitraan komersial, dinamika tur regional, hingga lanskap industri festival secara menyeluruh.
APIMFA juga akan membangun hubungan dengan tourism boards, pemerintah, dan brand internasional untuk membuka peluang kemitraan serta mendorong representasi industri secara kolektif.
Berbekal jaringan yang menjangkau pasar-pasar utama Asia Pasifik, APIMFA optimistis dapat membangun pondasi industri yang lebih kokoh. Asosiasi ini berkomitmen menciptakan ruang tumbuh bersama bagi musisi, penyelenggara festival, hingga penikmat musik di kawasan regional.
Ke depannya, APIMFA secara terbuka mengajak festival musik internasional lainnya di Asia Pasifik untuk bergabung dalam jaringan ini. Informasi teknis mengenai tata cara pendaftaran dan keanggotaan akan diumumkan resmi dalam waktu dekat.
(Nadya Kurnia)









