Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB, Puluhan Delegasi Walk out sambil Mengejek

Netanyahu Pidato di Sidang Umum PBB, Puluhan Delegasi Walk out sambil Mengejek

Terkini | inews | Jum'at, 25 September 2026 - 08:03
share

NEW YORK, iNews.id - Puluhan delegasi dari banyak negara melakukan walk out saat Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato Sidang Umum PBB di Markas Besar PBB, New York, Amerika Serikat (AS), Kamis (24/9/2026).

Beda sendiri, delegasi Israel bersorak mendukung Netanyahu.

Para delegasi mencemooh dan mengejek Netanyahu, sementara tim Netanyahu berdiri dan bertepuk tangan. 

Pimpinan sidang pun dibuat sibuk, berkali-kali menyerukan agar semua delegasi menjaga ketertiban. 

Merasa kesal ditinggal banyak delegasi, Netanyahu mengecam dan menyebut mereka sebagai pengecut.

"Jika ada pengecut moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang," kata Netanyahu, sambil terus dicemooh.

Dalam pidatonya, Netanyahu juga mengecam Wali Kota New York Zohran Mamdani yang menyebutnya dengan anti-Semit. Menurut dia, sejak Mamdani terpilih banyak orang Yahudi di kota metropolitan itu tidak merasa aman. 

Mamdani sebelumnya mengancam akan menegakkan surat perintah penangkapan Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) terhadap Netanyahu pada 2024. ICC menuduh Netanyahu melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Protes tak hanya terjadi di dalam ruang sidang, di luar Markas Besar PBB, para demonstran membawa spanduk bertuliskan "Hentikan Genosida". Beberapa demonstran terpaksa ditahan polisi, termasuk bintang Hollywood Susan Sarandon. 

Netanyahu juga berbicara tentang serangan pemukim Israel terhadap penduduk Palestina di Tepi Barat. Dia malah menyalahkan media massa terkait peliputan kekerasan para pemukim Yahudi terhadap penduduk Palestina.

"Apa yang (media) liput adalah segelintir anak nakal, sekitar 150 orang, yang melempar batu, menebang pohon zaitun. Saya tidak tahan dengan itu. Saya tidak akan mentoleransi tindakan main hakim sendiri," kata Netanyahu.

Lebih lanjut dia menuduh Turki mendukung kelompok Hamas seraya menyebut Presiden Recep Tayyip Erdogan sebagai tiran.

Netanyahu juga menggunakan istilah sangat keras terhadap Iran, menyebut negara itu sebagai diktator kejam. 

Topik Menarik