Respons Mendag soal Beras Premium Langka di Ritel Modern, Minta Bulog Tambah Pasokan 

Respons Mendag soal Beras Premium Langka di Ritel Modern, Minta Bulog Tambah Pasokan 

Terkini | inews | Selasa, 22 September 2026 - 22:05
share

JAKARTA, iNews.id - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso merespons kelangkaan beras premium di sejumlah ritel modern. Dia mengatakanm pemerintah telah menyepakati penyaluran beras Perum Bulog ke jaringan ritel modern.

"Ya, kan kemarin sudah dari Pak Kepala Bapanas juga, kemudian dari Bulog kan akan mensuplai, ya, beras," kata Budi yang akrab disapa Busan di sela soft launching platform digital InaExport di Jakarta, Selasa (22/9/2026).

Ketika ditanya mengenai beras Bulog yang belum tersedia di sejumlah supermarket, Busan mengatakan, pihaknya akan kembali mengomunikasikan persoalan tersebut.

"Beras nanti coba kami komunikasikan, ya. Tapi kemarin kan sudah disepakati akan mensuplai beras di ritel modern," kata dia.

Sebelumnya, kelangkaan beras premium terjadi di sejumlah ritel modern. Kondisi tersebut mendorong pemerintah meminta Bulog memperkuat pasokan beras premium ke jaringan ritel.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman sebelumnya memerintahkan Bulog menambah pasokan beras hingga 300 ribu ton ke ritel modern. Amran bahkan membuka opsi penambahan pasokan hingga tiga kali lipat jika diperlukan.

"Sudahlah kalau 200 (ribu ton) 300 ribu (ton), berasnya banyak. Ya you aja sampaikan bahwa diperintahkan tulis judulnya, Kepala Bapanas memerintahkan Bulog 300 ribu (ton) bila perlu kali tiga," kata Amran.

Amran mengatakan penambahan pasokan dilakukan karena cadangan beras pemerintah masih besar. Stok beras pemerintah disebut berada di kisaran 4,6 juta ton hingga mendekati 5 juta ton.

"Kami sudah perintahkan Bulog. Berasnya banyak, kurang lebih 5 juta ton, 4,6 (juta ton) hari ini. Kita sewa gudang 2 juta ton. Udah, kita kirim. Beras aman," ucap Amran.

Topik Menarik