Beda Partai, Trump Malah Puji Zohran Mamdani Usai Bertemu di New York
NEW YORK, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memuji Wali Kota New York Zohran Mamdani setelah keduanya bertemu di Gracie Mansion, New York, Senin (21/9/2026). Dalam pertemuan tersebut, Trump menyampaikan harapannya agar Mamdani dapat menjadi wali kota yang hebat. Pernyataan itu disampaikan meski Trump dan Mamdani memiliki perbedaan pandangan politik.
Trump merupakan tokoh Partai Republik, sedangkan Mamdani berasal dari Partai Demokrat. Keduanya sebelumnya kerap berbeda pandangan dalam sejumlah isu kebijakan, tetapi pertemuan di Gracie Mansion berlangsung dengan suasana yang relatif hangat.
"Hopefully you're going to be a great one," kata Trump kepada Mamdani setelah pertemuan, seperti dikutip AP.
Pertemuan tersebut berlangsung sekitar satu jam dan menjadi pertemuan tatap muka ketiga antara Trump dan Mamdani. Sebelumnya, keduanya telah bertemu di Gedung Putih, termasuk dalam pertemuan pada Februari 2026.
Salah satu pembahasan utama adalah rencana pembangunan kembali Sunnyside Yards di Queens. Proyek tersebut berpotensi menghadirkan sekitar 12.000 unit rumah dan menciptakan 30.000 lapangan kerja.
Trump mengatakan proyek tersebut kemungkinan membutuhkan persetujuan serta dukungan pendanaan dari pemerintah federal. Mamdani menyebut pemerintah kota dan Gedung Putih sepakat meningkatkan koordinasi untuk membahas pembangunan perumahan tersebut.
Selain pembangunan perumahan, Trump dan Mamdani membahas persoalan biaya hidup yang menjadi perhatian warga New York. Pembicaraan mencakup perumahan dan upaya meningkatkan keterjangkauan kebutuhan masyarakat.
Mamdani mengatakan pemerintah kota akan terus berkomunikasi dengan pemerintah federal untuk mencari langkah yang dapat memberikan manfaat bagi warga New York.
"Saya akan terus berbicara dengan presiden, dan sejujurnya, dengan siapa pun yang dapat memberikan bantuan kepada warga kota ini," ujar Mamdani dalam keterangannya setelah pertemuan.
Trump berada di New York untuk menghadiri rangkaian agenda Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia dijadwalkan menyampaikan pidato dalam Sidang Umum PBB pada Selasa (22/9/2026) waktu setempat serta melakukan sejumlah pertemuan dengan pemimpin negara lain.










