Obat Ozempic, Wegovy dan Zepbound Diklaim Picu Gangguan Penglihatan Langka NAION, Ini Laporannya!
JAKARTA, iNews.id - Obat Ozempic, Wegovy dan Zepbound tengah menjadi sorotan setelah puluhan pengguna di Amerika Serikat mengajukan gugatan terhadap perusahaan pembuat obat tersebut.
Para penggugat mengklaim obat golongan GLP-1 itu berkaitan dengan gangguan penglihatan langka yang disebut non-arteritic anterior ischemic optic neuropathy (NAION). Seperti apa laporan selengkapnya?
Gugatan tersebut ditujukan kepada Novo Nordisk, produsen Ozempic dan Wegovy, serta Eli Lilly, pembuat Zepbound.
Para penggugat mengklaim perusahaan tidak memberikan peringatan yang memadai mengenai potensi risiko gangguan penglihatan tersebut.
Meski demikian, klaim dalam gugatan belum berarti bahwa Ozempic, Wegovy maupun Zepbound telah terbukti menyebabkan NAION. Sejumlah penelitian memang menemukan kemungkinan hubungan antara obat GLP-1 dan kondisi tersebut, tetapi bukti ilmiah mengenai hubungan sebab-akibat masih belum konsisten.
Apa Itu NAION?
Dewi Menyala Ungkap Alasan Laporkan Lisa Mariana meski Kerugian Cuma Rp900 Ribu: Korbannya Banyak!
NAION merupakan singkatan dari non-arteritic anterior ischemic optic neuropathy. Kondisi ini terjadi ketika aliran darah ke bagian depan saraf optik terganggu sehingga dapat menyebabkan kerusakan saraf yang berujung pada penurunan penglihatan.
Gangguan tersebut umumnya terjadi secara tiba-tiba dan biasanya mengenai satu mata. Gejalanya dapat berupa pandangan kabur, area penglihatan yang hilang atau penurunan penglihatan secara mendadak.
Badan pengawas obat Inggris, Medicines and Healthcare products Regulatory Agency (MHRA), menyebut NAION sangat jarang dilaporkan pada penggunaan semaglutide, zat aktif yang terdapat dalam Ozempic dan Wegovy. Pasien yang mengalami kehilangan penglihatan secara tiba-tiba saat menggunakan semaglutide dianjurkan segera menjalani pemeriksaan oleh dokter mata.
Penelitian soal GLP-1 dan Gangguan Penglihatan
Perhatian terhadap kemungkinan hubungan antara obat GLP-1 dan NAION mulai meningkat setelah penelitian pada 2024 menemukan adanya sinyal risiko pada pasien yang menggunakan semaglutide.
Setelah itu, sejumlah penelitian dengan jumlah peserta lebih besar dilakukan. Hasilnya masih beragam. Beberapa penelitian menunjukkan adanya kemungkinan peningkatan risiko NAION, sementara penelitian lain tidak menemukan hubungan yang sama kuat.
Karena itu, hingga saat ini para peneliti masih berhati-hati dalam menyimpulkan hubungan sebab-akibat. ABC News mengutip sejumlah ahli yang menegaskan bahwa belum ada penelitian yang membuktikan secara pasti obat GLP-1 menyebabkan NAION.
Bagaimana Sikap Regulator?
European Medicines Agency (EMA) telah melakukan peninjauan terhadap semaglutide, termasuk Ozempic dan Wegovy. Pada 2025, komite keselamatan obat EMA menyimpulkan bahwa NAION merupakan efek samping yang sangat jarang dari semaglutide.
EMA memperkirakan kondisi tersebut dapat terjadi hingga sekitar 1 dari 10.000 orang yang menggunakan semaglutide. Sejumlah penelitian epidemiologi yang ditinjau EMA juga menunjukkan adanya peningkatan risiko sekitar dua kali lipat dibandingkan orang yang tidak menggunakan obat tersebut.
Namun, tambahan kasus yang diperkirakan tetap sangat kecil, yakni sekitar satu kasus tambahan NAION per 10.000 orang-tahun penggunaan.
Pada Februari 2026, regulator obat Inggris juga memperbarui informasi keselamatan mengenai semaglutide. MHRA menyatakan NAION sangat jarang dilaporkan dan meminta pasien yang mengalami kehilangan penglihatan mendadak atau penglihatan yang memburuk dengan cepat untuk segera mendapatkan pemeriksaan mata.
Lalu Bagaimana dengan Zepbound?
Zepbound memiliki kandungan aktif tirzepatide, sehingga berbeda dari Ozempic dan Wegovy yang menggunakan semaglutide. Namun, Zepbound juga masuk dalam gugatan yang berkaitan dengan dugaan gangguan penglihatan akibat obat GLP-1.
Produsen Zepbound, Eli Lilly, mengatakan pihaknya secara aktif memantau, mengevaluasi dan melaporkan informasi keselamatan obat kepada FDA. Perusahaan juga menyatakan terus meninjau data, termasuk informasi terkait masalah pada mata.
Artinya, temuan mengenai semaglutide tidak bisa begitu saja dianggap berlaku sama untuk tirzepatide. Keduanya merupakan obat dalam kelompok terapi yang berkaitan, tetapi memiliki zat aktif yang berbeda.
Produsen Bantah Gugatan
Novo Nordisk menyatakan pihaknya menganggap serius seluruh laporan mengenai efek samping dan terus memantau profil keamanan produk GLP-1. Perusahaan juga menilai gugatan cedera pribadi yang diajukan di Amerika Serikat tidak berdasar dan menyatakan akan menghadapi proses hukum tersebut.
Sementara itu, Eli Lilly juga menegaskan bahwa keselamatan pasien merupakan prioritas perusahaan dan menyatakan terus mengevaluasi informasi keselamatan terkait obat-obat yang diproduksinya.
Apa yang Harus Dilakukan Pengguna?
Bagi orang yang menggunakan semaglutide, kehilangan penglihatan secara mendadak bukanlah kondisi yang sebaiknya ditunggu. Regulator Inggris menyarankan pasien segera mendapatkan pemeriksaan mata apabila mengalami kehilangan penglihatan, termasuk kehilangan sebagian penglihatan, atau penglihatan yang memburuk dengan cepat.
Jika NAION terkonfirmasi, MHRA merekomendasikan penghentian semaglutide dan penanganan lebih lanjut sesuai kondisi pasien.
Namun, pengguna obat tidak dianjurkan menghentikan terapi secara sepihak hanya karena munculnya pemberitaan mengenai gugatan. Keputusan untuk melanjutkan atau mengubah pengobatan sebaiknya dibicarakan dengan dokter yang menangani.
Dengan demikian, isu Ozempic, Wegovy dan Zepbound dengan gangguan penglihatan masih berada di antara perkembangan hukum dan penelitian medis. Gugatan yang diajukan sejumlah pengguna menjadi bagian dari proses hukum, sementara bukti ilmiah mengenai hubungan obat GLP-1 dengan NAION masih terus diteliti.










