Anggi Wahyuda Tembus Half Marathon 21,1 Km, Pelari Difabel yang Taklukkan 30 Gunung

Anggi Wahyuda Tembus Half Marathon 21,1 Km, Pelari Difabel yang Taklukkan 30 Gunung

Olahraga | inews | Senin, 21 September 2026 - 19:11
share

TANGERANG, iNews.id - Anggi Wahyuda sukses menuntaskan Half Marathon sejauh 21,1 kilometer dalam ajang Garmin Run 2026 di ICE BSD, Tangerang, Minggu (20/9/2026). Ini menjadi pencapaian baru bagi pelari difabel asal Binjai, Sumatera Utara itu.

Garmin Run 2026 diikuti lebih dari 8.000 peserta dengan mengusung tema “From Zero to Hero”. Ajang tersebut tidak hanya mempertemukan pelari dengan berbagai kemampuan, tetapi juga menghadirkan semangat inklusivitas melalui keikutsertaan peserta dari beragam latar belakang.

Bagi Anggi, menyelesaikan Half Marathon menjadi tantangan berbeda setelah selama ini lebih dikenal sebagai pendaki gunung difabel. Pria yang kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan pada 2015 itu tetap aktif menjalani olahraga dan menjelajahi berbagai medan dengan satu kaki serta bantuan tongkat.

Kecelakaan yang dialami Anggi sempat mengubah kehidupannya. Namun, kondisi tersebut tidak menghentikan langkahnya untuk terus menekuni aktivitas yang dia sukai, terutama olahraga dan kegiatan di alam terbuka.

Sejak aktif mendaki pada 2020, Anggi telah menaklukkan lebih dari 30 gunung. Dari tujuh puncak tertinggi di Indonesia atau Seven Summits Indonesia, empat di antaranya sudah berhasil dia capai.

Setelah terbiasa menghadapi jalur pegunungan, Anggi kemudian mengambil tantangan baru di lintasan aspal. Dia mengikuti Half Marathon Garmin Run 2026 dan untuk pertama kalinya menyelesaikan jarak 21,1 kilometer.

Pada 2026, Garmin Run menjadi bagian dari Garmin Run Marathon Series di tingkat global. Dalam ajang tersebut, Anggi dipercaya menjadi #TeamGarmin sekaligus Icon Inclusivity Garmin Run Marathon Series - Indonesia 2026.

Bagi Anggi, keikutsertaannya dalam Garmin Run 2026 bukan hanya soal menyelesaikan jarak 21,1 kilometer. Lomba tersebut menjadi pengalaman baru untuk menunjukkan perbedaan titik awal dan perjalanan setiap orang dalam olahraga.

Persiapan menghadapi Half Marathon dilakukan Anggi bersama Garmin Run Club Coach, Roy Putranto. Keduanya menyusun strategi latihan sesuai dengan kondisi fisik Anggi, termasuk memantau perkembangan performa dan kebugarannya.

Anggi mengakui tantangan Half Marathon berbeda dari aktivitas mendaki gunung. Meski begitu, pengalaman menaklukkan berbagai puncak membuat dia terbiasa menjalani proses panjang dan melelahkan.

“Setiap pelari punya titik awalnya sendiri. Ada yang mulai dari 5K, kemudian berkembang ke 10K, sampai akhirnya berani mencoba Half Marathon seperti saya hari ini. Yang terpenting adalah keberanian untuk memulai dan terus berkembang,” ungkap Anggi usai menyelesaikan perlombaan.

Dukungan pelatih dan teknologi juga menjadi bagian dari persiapan Anggi. Dia menyebut proses tersebut membantunya berlatih secara lebih terukur, sekaligus memahami pentingnya konsistensi dalam mencapai kemampuan baru.

“Dengan dukungan ekosistem Garmin dan bimbingan pelatih, saya belajar bahwa langkah kecil yang konsisten akan selalu membawa kita pada batas kemampuan yang baru. Garmin Run menurut saya menjadi ruang yang tepat untuk merayakan perjalanan tersebut bersama-sama,” tambahnya.

Kisah Anggi menjadi salah satu cerita yang mewarnai semangat inklusivitas di Garmin Run 2026. Para peserta hadir dengan kemampuan dan latar belakang berbeda, mulai dari pelari elite, pelari difabel, hingga keluarga yang mengikuti perlombaan menggunakan stroller.

Setiap peserta datang dengan tujuan masing-masing. Sebagian ingin membangun kebiasaan hidup sehat, sementara peserta lainnya mengejar catatan waktu terbaik dalam perlombaan.

Bagi Anggi, perjalanan dari aktivitas mendaki menuju Half Marathon menjadi bagian dari proses untuk terus mengembangkan kemampuan. Setelah kehilangan kaki kanan akibat kecelakaan, dia tetap aktif mendaki dan kini mampu menuntaskan tantangan baru di lintasan lari.

Dari lebih dari 30 gunung yang sudah dia taklukkan hingga finis Half Marathon 21,1 kilometer di Garmin Run 2026, perjalanan Anggi Wahyuda menunjukkan pentingnya keberanian untuk memulai dan konsistensi dalam menjalani setiap tahap.

Topik Menarik