Michael Carrick Tertekan, 5 Masalah MU yang Bikin Fans Kehilangan Kepercayaan
MANCHESTER, iNews.id - Michael Carrick mulai mendapat sorotan setelah Manchester United kembali gagal meraih kemenangan di Premier League. Sejumlah keputusan sang pelatih dipertanyakan.
Manchester United hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Fulham pada akhir pekan. Hasil tersebut membuat Setan Merah melewati tiga pertandingan Premier League tanpa kemenangan.
Hasil imbang melawan Fulham juga memperpanjang awal musim yang mengecewakan bagi Manchester United. Dari lima pertandingan Premier League, mereka baru meraih satu kemenangan.
Satu-satunya kemenangan Manchester United diraih saat menghadapi tim promosi Ipswich Town. Setelah itu, hasil yang didapat belum mampu mengangkat posisi mereka secara signifikan.
Menjelang jeda internasional, Manchester United berada di peringkat ke-12 klasemen Premier League. Situasi tersebut membuat sejumlah keputusan Carrick mulai menjadi perhatian, terutama ketika tim membutuhkan perubahan untuk mengejar kemenangan.
1. Keputusan Pergantian Pemain Carrick Jadi Sorotan
Salah satu keputusan yang dipertanyakan muncul ketika Manchester United menghadapi Fulham. Carrick hanya menggunakan tiga dari lima kesempatan pergantian pemain yang tersedia.
Pergantian pertama Manchester United baru dilakukan pada menit ke-77. Padahal, Setan Merah sedang membutuhkan tambahan tenaga untuk membalikkan keadaan dan mencari gol.
2. Shea Lacey
Nama Shea Lacey menjadi salah satu pemain yang kemudian menjadi sorotan. Pemain sayap muda tersebut sebelumnya memperlihatkan kemampuannya ketika mencetak gol hanya delapan menit setelah dimainkan saat Manchester United menghadapi Brighton di Carabao Cup.
Ketika Manchester United membutuhkan gol melawan Fulham, Lacey kembali berada di bangku cadangan. Namun, Carrick tidak memasukkan pemain muda tersebut meski timnya masih memiliki kesempatan melakukan pergantian pemain.
Situasi tersebut semakin menjadi perhatian karena Matheus Cunha baru menyelamatkan Manchester United melalui gol penyama kedudukan pada menit-menit akhir. Lacey dinilai memiliki kesempatan untuk memberikan opsi tambahan dalam serangan jika dimainkan lebih awal.
3. Pergantian Kobbie Mainoo
Keputusan lain yang ikut disorot adalah pergantian Kobbie Mainoo. Ketika Manchester United sedang berusaha mencetak gol, Carrick justru menarik keluar gelandang Inggris tersebut.
Mainoo tampil menonjol saat menghadapi Fulham dan menjadi salah satu pemain yang mampu membawa bola dari lini tengah menuju area pertahanan lawan. Kemampuan tersebut menjadi penting ketika United membutuhkan gol.
4. Pemain MU malas lari
Selain keputusan pergantian pemain, statistik jarak tempuh juga menjadi persoalan Manchester United. Setan Merah kembali kalah dalam intensitas berlari saat menghadapi Fulham.
Secara rata-rata per pertandingan, Manchester United hanya memiliki empat tim di Premier League yang mencatat jarak tempuh lebih rendah. Kondisi tersebut menjadi masalah tersendiri ketika hasil pertandingan juga belum konsisten.
Intensitas lari mungkin tidak terlalu menjadi perhatian ketika sebuah tim mampu meraih kemenangan secara rutin. Namun, kondisi berbeda muncul ketika hasil positif sulit didapat dan performa Manchester United masih belum stabil.
5. MU Kehilangan Plan B
Hasil Perempatfinal BWF World Championships 2026: Kejutan, Fajar/Fikri Tumbang dari Wakil Taiwan
Kondisi tersebut memperlihatkan persoalan lain yang mulai muncul di Manchester United, yakni kesulitan mencari solusi ketika pola permainan utama tidak berjalan.
United banyak mengandalkan serangan melalui transisi. Ketika lawan memberikan ruang, pendekatan tersebut dapat menciptakan peluang. Namun, mereka menghadapi kesulitan ketika harus membongkar pertahanan yang lebih rapat.
Masalah tersebut menjadi semakin terlihat ketika Manchester United berada dalam posisi tertinggal atau membutuhkan gol. Perubahan dari bangku cadangan belum selalu memberikan dampak yang diharapkan.
Di tengah hasil yang belum konsisten, persoalan tersebut membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar. Manchester United membutuhkan perubahan cepat setelah hanya meraih satu kemenangan dalam lima pertandingan Premier League.
Jeda internasional memberikan kesempatan bagi Carrick dan timnya untuk mengevaluasi sejumlah persoalan. Setelah kompetisi kembali bergulir, Manchester United perlu memperbaiki hasil sekaligus menemukan solusi ketika strategi utama tidak berjalan.
Tanpa peningkatan performa dan opsi permainan yang lebih beragam, persoalan di Old Trafford berpotensi terus berlanjut. Posisi Manchester United di papan klasemen pun masih jauh dari target yang diharapkan pada awal musim.










