Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu Pastikan 1.405 WNI dalam Kondisi Aman

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu Pastikan 1.405 WNI dalam Kondisi Aman

Terkini | inews | Senin, 21 September 2026 - 18:21
share

JAKARTA, iNews.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui KBRI Kiev dan KBRI Moskow terus memantau situasi keamanan di Rusia dan Ukraina menyusul peningkatan intensitas serangan udara dalam beberapa hari terakhir.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu, Heni Hamidah mengatakan, serangan Ukraina terhadap sejumlah sasaran di wilayah Moskow pada 19-20 September 2026 berpotensi diikuti peningkatan serangan balasan Rusia terhadap sejumlah wilayah di Ukraina.

"Kementerian Luar Negeri melalui KBRI Kiev dan KBRI Moskow terus memantau secara saksama perkembangan situasi keamanan di Rusia dan Ukraina, khususnya menyusul peningkatan intensitas serangan udara dalam beberapa hari terakhir," ucap Heni dalam keterangannya, Senin (21/9/2026).

Berdasarkan pengamatan KBRI Kiev dan informasi dari otoritas setempat, terjadi peningkatan frekuensi serangan drone Rusia di sejumlah wilayah Ukraina. Wilayah tersebut antara lain Kiev, Odesa, serta jalur utama menuju perbatasan Polandia seperti Zhytomyr dan Rivne.

Pada 21 September, Rusia juga melaporkan serangan drone terhadap sejumlah fasilitas yang diklaim berkaitan dengan kepentingan militer dan logistik Ukraina. 

Sementara itu, otoritas Ukraina melakukan penyesuaian operasional di sejumlah titik perlintasan perbatasan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi serangan.

Meski situasi keamanan meningkat, Heni memastikan WNI yang berada di Rusia dan Ukraina hingga saat ini dalam kondisi aman.

"Berdasarkan pantauan KBRI Kiev dan KBRI Moskow di wilayah akreditasi masing-masing, WNI di Rusia dan Ukraina hingga saat ini dilaporkan dalam kondisi aman," kata dia.

KBRI Kiev dan KBRI Moskow juga terus berkomunikasi dengan para WNI untuk memastikan keselamatan serta memperoleh informasi terkini mengenai kondisi mereka.

Berdasarkan data KBRI Kiev per Juni 2026, terdapat 80 WNI di Ukraina. Sementara itu, berdasarkan data KBRI Moskow per 10 September 2025, terdapat 1.325 WNI di Rusia.

Kemlu mengimbau seluruh WNI di Rusia dan Ukraina untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah meningkatnya aktivitas serangan. WNI juga diminta menghindari perjalanan yang tidak esensial ke wilayah dengan aktivitas serangan.

"KBRI Kiev dan KBRI Moskow mengimbau seluruh WNI di Ukraina dan Rusia untuk meningkatkan kewaspadaan, menghindari perjalanan yang tidak esensial ke wilayah dengan aktivitas serangan, serta senantiasa memantau informasi dan arahan resmi dari otoritas setempat," kata Heni.

"Dalam kondisi terdapat peringatan serangan, WNI agar segera menuju tempat perlindungan dan memastikan dokumen serta kebutuhan penting mudah diakses," tuturnya.

Kemlu melalui KBRI Kiev dan KBRI Moskow juga terus memantau perkembangan situasi keamanan dan berkoordinasi dengan otoritas setempat. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelindungan bagi WNI dapat dilakukan secara cepat dan terukur.

Dalam kondisi darurat, WNI di Ukraina dapat menghubungi Hotline KBRI Kyiv (+380 503347917), sedangkan WNI di Rusia dapat menghubungi Hotline KBRI Moskow (+7 9857502410).

Topik Menarik