MU Ditahan Fulham, Posisi Carrick Terancam usai Bikin Rekor Memalukan
LONDON, iNews.id - Manchester United kembali gagal meraih kemenangan setelah ditahan Fulham 1-1, Minggu (20/9/2026) malam WIB. Hasil tersebut membuat tim asuhan Michael Carrick itu hanya mengumpulkan lima poin dari kemungkinan 15 poin dalam lima pertandingan awal Premier League.
MU sempat berada di ambang kekalahan ketiga di liga musim ini. Lisandro Martinez justru mencetak gol bunuh diri sehingga Fulham unggul ketika pertandingan memasuki kurang dari 30 menit terakhir.
Manchester United baru terhindar dari kekalahan pada menit ke-89. Matheus Cunha menjadi penyelamat setelah tembakannya mengenai pemain lawan sebelum masuk ke gawang Fulham dan mengubah skor menjadi 1-1.
Hasil di Craven Cottage tetap menjadi pukulan bagi MU. Sebelumnya, mereka kalah dari Manchester City yang bermain dengan 10 pemain dalam duel besar di Old Trafford. The Red Devils kemudian kembali menelan hasil mengecewakan setelah tersingkir secara memalukan dari Piala Liga Inggris oleh Brighton pada pertengahan pekan.
Carrick Samai Rekor Buruk MU
Aldila Sutjiadi Tersingkir di Perempat Final Cincinnati Open 2026 usai Duel Sengit Lawan Wakil Ceko
Menurut Opta, koleksi lima poin dari lima pertandingan awal musim membuat Carrick menyamai catatan terburuk Manchester United di era Premier League. Setan Merah juga hanya mengumpulkan lima poin pada awal musim 2014/2015.
Situasi tersebut membuat tekanan terhadap Carrick semakin besar. Gary Neville bahkan mengkritik penampilan para pemain Manchester United setelah jeda pertandingan melawan Fulham.
Neville menilai para pemain United seperti "berjalan" selama 15 menit setelah turun minum dan menyebut penampilan tersebut sebagai yang "terburuk" sejak dia mulai mendukung Manchester United.
Performa buruk di Craven Cottage juga membuat optimisme para pendukung semakin menurun menjelang jeda internasional selama tiga pekan.
Carrick turut mendapat sorotan karena keputusan taktiknya. Dia baru melakukan pergantian pemain pertama pada menit ke-77 dengan menarik Marcus Rashford yang tampil tidak efektif dan memasukkan Joshua Zirkzee.
Keengganan Carrick mengubah bentuk permainan juga menjadi salah satu alasan munculnya kritik. Meski begitu, pelatih asal Inggris tersebut tidak sepenuhnya mendapat dukungan dari penampilan para pemainnya.
Manchester United tercatat berlari enam kilometer lebih sedikit dibanding Fulham dalam pertandingan tersebut. Menurut FotMob, United juga menjadi tim dengan jarak tempuh paling sedikit di Premier League musim ini.
Kombinasi antara keputusan taktik Carrick dan minimnya intensitas para pemain kemudian memunculkan pembicaraan soal masa depan dia di Old Trafford, meski baru lima pertandingan Premier League yang dimainkan.
Mantan penyerang Arsenal, Perry Groves, menjadi salah satu sosok yang mempertanyakan masa depan Carrick. Dia mengatakan kepada talkSPORT, "Saya melihat ini dan saya mengatakan Manchester United adalah tim setengah-setengah."
"Ketika mereka melakukan tekanan, mereka melakukannya dengan setengah hati. Ketika mereka bertahan lebih dalam, mereka tidak menekan bola saat berada di sepertiga akhir pertahanan mereka sendiri."
"Saya tidak bisa melihat Michael Carrick bertahan hingga setengah musim."
Carrick Sudah Bicara soal Masa Depannya
Puas! Alwi Farhan Balas Dendam di Kejuaraan Dunia BWF 2026, Ayush Shetty Tumbang di Rumah Sendiri
Carrick sebelumnya sudah memberikan respons mengenai masa depannya di Manchester United. Pada 18 September, dia menyebut pembicaraan soal berapa lama dirinya akan bertahan di kursi pelatih setelah beberapa hasil buruk sebagai sesuatu yang "konyol".
"Saya tahu klub ini, saya tahu peran saya, saya tahu apa yang diharapkan di sini dalam hal bermain dengan standar tertentu dan mencapai hal-hal tertentu di lapangan," ujar Carrick dikutip dari Sport Bible.
"Saya memahami semua itu. Soal masa depan, kepemilikan dan berapa lama saya akan bertahan dalam pekerjaan ini, itu sama sekali tidak ada dalam pikiran saya. Konyol jika berpikir seperti itu dalam posisi saya sekarang, itu bukan sesuatu yang ada dalam radar saya," ujarnya.
"Ini dua atau tiga pertandingan. Ini dua atau tiga pertandingan yang terlalu banyak karena saya sangat benci kalah, tetapi itu tidak berarti dunia runtuh. Dalam beberapa pandangan mungkin memang begitu, tetapi bagi kami tidak boleh seperti itu."
Setelah jeda internasional, Manchester United akan menghadapi Tottenham Hotspur di Old Trafford. Tottenham juga sedang berada dalam kondisi sulit, sehingga pertandingan tersebut menjadi kesempatan penting bagi Carrick untuk membawa United kembali ke jalur kemenangan sekaligus meredam pembicaraan soal masa depannya.










